Resmikan Beranda Imigrasi di KEK Singhasari, Permudah Layanan Publik
Pasuruan (beritajatim.com) – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia resmi menyeragamkan nama seluruh unit pelayanan keimigrasian di luar gedung kantor menjadi satu identitas tunggal bertajuk “Beranda Imigrasi”. Langkah branding nasional ini diterapkan secara menyeluruh pada 254 titik lokasi pelayanan publik yang tersebar di pelbagai penjuru Indonesia.
Sebanyak 254 titik layanan tersebut mencakup 156 Mal Pelayanan Publik (MPP), 33 Unit Layanan Paspor (ULP), 20 Immigration Lounge, 16 LTSP/LTSA, 15 Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK), 13 Ultima I’m SeZ, serta 1 Immigration Corner. Kebijakan penyeragaman nama ini dihadirkan guna menghapus kebingungan warga akibat beragamnya singkatan atau akronim teknis selama ini.
“Selama ini masyarakat mungkin familiar dengan istilah ULP, UKK, atau Immigration Lounge. Dengan menghadirkan nama tunggal Beranda Imigrasi, kami ingin masyarakat dari berbagai kalangan dapat langsung mengenali tempat pelayanan imigrasi dengan mudah di mana pun berada,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.
Hendarsam menerangkan bahwa filosofi nama “Beranda” diambil dari konsep titik temu terdepan di sebuah rumah sebelum seseorang melangkah menuju tempat baru. Filosofi tersebut mencerminkan kehangatan, keramahan, serta keterbukaan jajaran Imigrasi Indonesia dalam mendampingi awal perjalanan masyarakat.
Hadirkan Beranda Imigrasi di KEK Singhasari Malang
Sejalan dengan kebijakan transformasi branding nasional tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang turut meresmikan unit Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Kehadiran unit layanan di kawasan strategis ini ditujukan untuk mendekatkan jangkauan pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga sekitar maupun pelaku ekonomi digital.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Mangatur Hadi Putra Simanjuntak, menyampaikan bahwa unit baru di KEK Singhasari ini menjadi wujud komitmen nyata transformasi pelayanan publik yang adaptif.
“Beranda Imigrasi menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan keimigrasian yang mudah dikenali oleh masyarakat. Dengan identitas seragam, masyarakat tidak lagi bingung mencari lokasi pelayanan luar kantor,” kata Mangatur Hadi Putra Simanjuntak, Kamis (29/10/2026).
Hadi menegaskan bahwa pengembangan KEK Singhasari pada sektor teknologi, ekonomi digital, serta industri kreatif memerlukan dukungan ekosistem keimigrasian yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kami mendukung penuh upaya ini untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, mudah diakses, serta responsif,” pungkanya. [ada/but]
Link informasi : Sumber