Siswa SMA di Sumenep Meninggal Tenggelam Saat Praktik Renang di Sungai
Ringkasan Berita:
- Siswa SMA berinisial S (16) di Kabupaten Sumenep meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Nangka saat mengikuti praktik renang PJOK.
- Korban ditemukan warga di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter dan sempat mendapat pertolongan sebelum dibawa ke Puskesmas Ambunten.
- Polisi melakukan pemeriksaan TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sumenep (beritajatim.com) – Seorang siswa SMA berinisial S (16), warga Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Nangka, Dusun Pasar Baru, Desa Ambunten Timur, Sabtu (3/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama sejumlah siswa lainnya mengikuti kegiatan praktik renang dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan tersebut didampingi oleh guru olahraga.
Kapolsek Ambunten Iptu Edi Sumarno mengatakan, korban datang ke sungai bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk mengikuti praktik renang. “Jadi korban ini ke sungai bersama guru olah raga dan teman-teman sekelasnya untuk praktik renang,” katanya, Sabtu (3/10/2026).
Setibanya di lokasi, korban bersama beberapa siswa lainnya kemudian mulai berenang di Sungai Nangka. Namun, beberapa menit berselang, korban diketahui tidak terlihat oleh teman-teman dan guru yang berada di lokasi.
Guru bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian terhadap korban. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.
“Korban ditemukan oleh warga di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Korban selanjutnya dievakuasi ke tepi sungai untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dilarikan ke Puskesmas Ambunten,” terang Edi.
Korban dibawa ke Puskesmas Ambunten untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya pertolongan. Namun, upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. S dinyatakan meninggal dunia.
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Ambunten, Polresta Sumenep, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melakukan pemeriksaan lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui secara lebih lanjut kronologi kejadian.
“Kami dari Polresta Sumenep menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut,” ujar Edi. [tem/suf]
Link informasi : Sumber