SYIAR 2026 Kediri Catat Transaksi Rp14,08 Miliar
Ringkasan Berita
- SYIAR 2026 di Balai Kota Kediri mencatat transaksi dan business matching mencapai Rp14,08 miliar.
- Business matching perdagangan dan ekspor menyumbang Rp8,13 miliar.
- Sebanyak 93 mitra strategis terlibat dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah Mataraman.
Kediri (beritajatim.com) – Semarak Ekonomi Syariah Mataraman (SYIAR) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Balai Kota Kediri pada 4-6 September 2026. Penyelenggaraan tahun ini mencatat capaian transaksi dan business matching mencapai Rp14,08 miliar.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya akses pelaku usaha syariah terhadap pembiayaan dan pasar. Nilai Rp14,08 miliar itu berasal dari business matching pembiayaan, perdagangan domestik dan ekspor, serta transaksi pameran.
Rinciannya, business matching pembiayaan mencapai Rp3,61 miliar, sementara business matching perdagangan domestik maupun ekspor sebesar Rp8,13 miliar. Adapun omzet transaksi pameran atau exhibition tercatat Rp2,33 miliar.
Hasil tersebut menunjukkan kegiatan ekonomi syariah di wilayah Mataraman tidak hanya diarahkan pada aktivitas promosi produk, tetapi juga membuka akses bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Anwar Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat perkembangan ekonomi syariah.
“Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensyiarkan ekonomi syariah serta memperkuat aktivitas ekonominya,” ujarnya.
Komitmen Kampung Halal di Kota Kediri
Penguatan ekosistem tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Kampung Halal. Komitmen ini ditandatangani Wali Kota Kediri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai halal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah di Kota Kediri secara berkelanjutan.
Dalam penyelenggaraannya, SYIAR 2026 melibatkan 93 mitra strategis. Mitra tersebut berasal dari pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga ZISWAF, pondok pesantren, hingga pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Produk yang ditampilkan antara lain modest fashion, kriya, kopi unggulan, dan kuliner halal. Pada area Halal Mart, sebanyak 151 produk UMKM binaan Bank Indonesia Kediri dan Dinas Koperasi dari 11 kabupaten/kota di wilayah Mataraman turut dipamerkan.
Aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri memastikan seluruh 40 tenant kuliner dan kopi memenuhi standar kelayakan higienis.
Diikuti 11.000 Peserta
SYIAR 2026 tidak hanya menjadi ruang transaksi dan business matching. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi serta literasi ekonomi dan keuangan syariah.
Total peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan secara luring maupun daring mencapai 11.000 orang.
Sejumlah agenda digelar untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok, mulai dari pelaku usaha hingga generasi muda. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Mataraman Sharia Economic Competition (MSEC), Chef Hebat Olah Masakan dengan Komoditas Unggulan Daerah (CHEMARA), Mataraman Sustainable Modest Fashion Design Competition (MOSAIC), kompetisi dakwah, pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar, hingga Family Fun Walk.
Pembukaan dan rangkaian kegiatan SYIAR 2026 turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Jawa Timur Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, M.A., Ph.D., serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal.
Bukan Sekadar Event Tahunan
Berakhirnya SYIAR 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan penguatan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Mataraman. Capaian transaksi yang mencapai Rp14,08 miliar menjadi salah satu hasil konkret dari pertemuan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, pemerintah dan pemangku kepentingan selama kegiatan berlangsung.
Ke depan, penguatan rantai nilai halal, perluasan akses pembiayaan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi agenda penting agar aktivitas ekonomi syariah tidak berhenti setelah rangkaian acara selesai.
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, pesantren, pelaku UMKM, serta berbagai mitra strategis, SYIAR 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas dampak ekonomi syariah bagi masyarakat di wilayah Mataraman. [nm/ian]
Link informasi : Sumber