Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem di Pasuruan, Mas Rusdi Optimalkan Sekolah Rakyat dan Pendekatan Persuasif

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya menuntaskan sisa angka kemiskinan ekstrem melalui penguatan sektor pendidikan non-formal dan pendampingan sosial yang intensif.

Strategi ini dirancang untuk menjangkau keluarga prasejahtera yang selama ini sulit tersentuh bantuan pemerintah karena berbagai kendala sosial di lapangan.

Kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi pilar utama dalam memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di seluruh tingkatan sekolah. Pemerintah daerah berkomitmen agar tidak ada lagi anak di Kabupaten Pasuruan yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan akses.

“Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu yang memiliki Sekolah Rakyat mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA dan ini sudah memasuki tahun kedua,” ujar Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo. Ia menegaskan bahwa infrastruktur pendidikan ini terus diperluas guna memastikan pemerataan layanan bagi masyarakat di wilayah pelosok.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meyakinkan keluarga di kelompok desil bawah agar mau menerima intervensi pendidikan dari pemerintah. Beberapa warga terpantau masih enggan menyekolahkan anaknya meskipun seluruh fasilitas dan biaya telah ditanggung sepenuhnya oleh negara.

“Kesulitannya adalah warga yang masuk data desil bawah terkadang tidak mau dibantu, maka kami lakukan pendekatan persuasif melalui kader-kader di lapangan,” jelas Mas Rusdi. Instruksi khusus telah diberikan kepada para pendamping sosial untuk terus memberikan pemahaman kepada orang tua akan pentingnya masa depan anak.

Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah juga tengah memacu pembangunan fisik gedung sekolah baru untuk menampung lebih banyak siswa. Salah satu proyek mercusuar di wilayah Timur kini tengah dalam tahap penyelesaian akhir dan siap dioperasikan dalam waktu dekat.

“Pembangunan di Gondangwetan sudah berjalan, insyaallah sekitar bulan Agustus atau September sudah bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat,” tambah Bupati. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran bagi warga sekitar yang selama ini belum mengenyam bangku sekolah secara formal.

Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pendekatan yang humanis, angka kemiskinan ekstrem diyakini akan terus melandai secara signifikan. Mas Rusdi optimis bahwa semangat keberlanjutan program ini akan membawa perubahan besar bagi taraf hidup masyarakat Kabupaten Pasuruan di masa depan. (ada/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.