Tekan Risiko Hipertensi, Pemkot Kediri Edukasi Pasien dan Keluarga melalui Workshop Fam Care
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dalam menekan penyakit tidak menular, khususnya penyakit hipertensi. Upaya ini dilakukan dengan menggelar kegiatan edukasi bagi penderita hipertensi, Senin (25/5).
Kegiatan bertajuk Workshop Fam Care Hipertensi (Family Educator Untuk Cegah Rawat Edukasi Penyakit Hipertensi) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kediri yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan penguatan mental psikologis kepada penderita hipertensi dan keluarganya.
“Mengingat krusialnya peran lingkungan terdekat, melalui kegiatan ini kita berikan edukasi kepada para penderita dan pendamping agar mereka bisa memberikan support dan penguatan mental kepada yang sakit sehingga penderita bisa terkendali hipertensinya. Jika mentalnya terjaga, hipertensi pasien akan jauh lebih terkendali,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr Hamida secara terpisah.
Kegiatan workshop tersebut diikuti oleh 180 peserta yang merupakan penderita hipertensi, pendamping dan pengelola program hipertensi dari 9 puskesmas yang ada di Kota Kediri. Untuk memperdalam materi, Dinas Kesehatan menghadirkan dua narasumber ahli yakni Spesialis kedokteran jiwa, dr. Roni Subagyo dari Rumah Sakit Bhayangkara dan dr. Siti Rahmah dari UPT Puskesmas Campurejo.
Dalam keterangannya dr Hamida menjelaskan, selama ini masih ada beberapa tantangan yang kerap ditemui petugas dalam pengendalian penyakit hipertensi. Antara lain tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan tingkat kepatuhan minum obat penderita masih rendah.
“Sebagian besar masyarakat baru mau melakukan pemeriksaan jika merasakan badannya sudah terasa sakit. Padahal, paradigma itu harus diubah. Mau sehat atau ada keluhan, pemeriksaan itu wajib untuk mengantisipasi gejala awal,” paparnya.
Sebagai langkah penguatan layanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Kediri kini mengintegrasikan seluruh layanan skrining kesehatan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dapat diakses masyarakat secara gratis minimal satu kali dalam setahun di seluruh puskesmas se-Kota Kediri.
“Melalui program CKG, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga skrining kesehatan yang lebih lengkap dan disesuaikan berdasarkan usia. Manfaatkan layanan CKG ini sebagai langkah deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala,” terangnya.
Melalui kegiatan workshop ini, dr Hamida berharap masyarakat dan keluarganya bisa lebih memahami upaya untuk pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi.
“Dengan pemahaman yang sudah didapat hari ini, kami berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap kesehatannya, merubah pola hidupnya sehingga hipertensi bisa terkendali dan tidak menimbulkan penyakit yang lebih parah,” harapnya. [nm/suf]
Link informasi : Sumber