TPT Kabupaten Mojokerto Turun Jadi 3,49 Persen pada 2025, Pengangguran Laki-Laki Lebih Tinggi

0

Mojokerto (Beritajatim.com) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan tren penurunan dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, TPT pada 2025 mencapai 3,49 persen, menjadi angka terendah dalam kurun waktu tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan, bahwa penurunan TPT tersebut menunjukkan semakin berkurangnya proporsi angkatan kerja yang belum terserap di dunia kerja. “Pada 2021, TPT Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 5,54 persen,” ungkapnya, Kamis (15/10/2026).

Angka tersebut turun menjadi 4,83 persen pada 2022, kemudian 4,67 persen pada 2023, dan kembali menurun menjadi 3,87 persen pada 2024. Seiring tren tersebut, jumlah penganggur pada 2024 tercatat sebanyak 25.981 orang atau berkurang sekitar 4.238 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain penurunan secara keseluruhan, data BPS juga menunjukkan perubahan pola pengangguran berdasarkan jenis kelamin. Dalam dua tahun terakhir, tingkat pengangguran laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada 2024, TPT laki-laki mencapai 3,97 persen, sedangkan perempuan sebesar 3,73 persen.

“Kondisi serupa terjadi pada 2025, ketika TPT laki-laki tercatat 3,59 persen dan perempuan 3,36 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa perempuan cenderung lebih banyak terserap dalam dunia kerja. Salah satu faktor yang dapat mendukung kondisi ini adalah semakin berkembangnya pekerjaan berbasis daring atau online yang memungkinkan seseorang bekerja dari rumah,” jelasnya.

Menurutnya, peluang tersebut membuka kesempatan bagi perempuan, termasuk ibu rumah tangga, untuk menjalankan usaha tanpa harus bekerja di luar rumah. Misalnya, berjualan secara online maupun membuka usaha rumahan yang dapat menjadi sumber penghasilan.

Meski demikian, penurunan TPT tetap perlu dilihat bersama indikator ketenagakerjaan lainnya untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasar kerja di Kabupaten Mojokerto. Tren penurunan pengangguran dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu indikator positif bagi ketenagakerjaan daerah.

“Ke depan, perluasan kesempatan kerja dan pengembangan peluang usaha diharapkan dapat mendorong semakin banyak angkatan kerja terserap dalam kegiatan ekonomi produktif,” tegasnya. [tin/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.