Tradisi Unik Maulid Nabi di Ponorogo, Warga Rebutan Snack hingga Santap Ingkung Bersama

0

Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana halaman Musala Miftahul Huda, Dusun Ringinputih, Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Ponorogo, tampak berbeda saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Puluhan warga dari berbagai usia berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi akhir zaman tersebut. Anak-anak hingga orang dewasa larut dalam suasana penuh kegembiraan. Tradisi membawa berkat berisi nasi dan satu ingkung ayam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan tersebut.

Setiap kepala keluarga datang dengan membawa berkat masing-masing. Berkat itu kemudian dikumpulkan sebagai bagian dari tradisi makan bersama warga. Puluhan ingkung ayam tersaji di halaman musala setelah rangkaian acara selesai. Kebersamaan pun menjadi salah satu warna dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampung tersebut.

Tak hanya berkat dan ingkung ayam, warga juga menyiapkan berbagai makanan ringan yang digantung di sekitar lokasi acara. Sejumlah amplop berisi uang juga ikut digantung bersama snack. Setelah rangkaian peringatan selesai, gantungan makanan ringan itu diperebutkan warga. Anak-anak tampak antusias mengikuti tradisi yang semakin menyemarakkan suasana Maulid Nabi.

Tradisi rebutan snack tersebut dilakukan sebagai bentuk kegembiraan warga dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Suasana riuh pun pecah ketika warga mulai mengambil berbagai makanan ringan yang telah digantung. Keceriaan terlihat dari anak-anak maupun warga dewasa yang ikut menikmati tradisi tersebut. Setelah itu, warga bersama-sama membagikan dan menyantap ingkung ayam yang telah dibawa dari rumah masing-masing.

“Ini bentuk rasa senang warga kami dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Ketua Ta’mir Musala Miftahul Huda, Toyib, Senin (31/8/2026) malam.

Sebelum rangkaian tradisi itu berlangsung, warga terlebih dahulu mendengarkan tausiyah dari Ustaz Fatkhurrodin. Dalam ceramahnya, ustaz yang juga seorang hafiz Qur’an itu mengajak warga untuk memahami pentingnya ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan. Menurutnya, sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, kehidupan manusia dipenuhi dengan kebodohan, kesesatan, hingga kezaliman. Kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa tuntunan agar manusia mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

“Dengan syariat Baginda Nabi, Alhamdulillah sampai sekarang kita dapat mengerti mana yang benar, mana yang salah, mana yang haq, mana yang batil, mana yang baik, dan mana yang jelek,” ungkap Ustaz Fatkhurrodin dalam tausiyahnya.

Dia menjelaskan, setiap manusia memiliki pilihan dalam menjalani kehidupan. Karena itu, setiap orang harus mampu menggerakkan dirinya untuk memilih jalan yang benar. Ustaz Fatkhurrodin berharap seluruh jamaah selalu mendapatkan tuntunan dari Allah SWT. Salah satu momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, menurutnya, adalah melalui peringatan bulan kelahiran Rasulullah.

“Oleh karena itu, salah satunya semoga-moga diri kita ini oleh Gusti Allah dituntun ke jalan yang benar. Salah satunya yaitu merayakan hari kelahiran bulan kelahiran junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi di Musala Miftahul Huda itu semakin meriah saat kembang api mulai dinyalakan. Cahaya warna-warni di langit malam menambah semarak suasana peringatan. Warga pun menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh kebersamaan. Tradisi religi yang diwariskan warga Ringinputih itu menjadi cara untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana sederhana, meriah, dan penuh kegembiraan. (end/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.