UM Tuan Rumah Pembukaan Peksimida Jatim 2026, Saring 400 Mahasiswa Menuju Peksiminas

0

Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) resmi menjadi tuan rumah pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Tercatat, sebanyak 400 mahasiswa yang merupakan representasi talenta dari 44 perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di seluruh penjuru Jawa Timur ikut ambil bagian.

Peserta Peksimida beradu kemampuan demi memperebutkan tiket menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 mendatang. Acara pembukaan berlangsung di Gedung Graha Cakrawala UM pada Selasa (7/7/2026).

​Selain dipercaya sebagai lokasi seremoni pembukaan, UM juga jadi tempat penyelenggaraan tiga cabang perlombaan, yakni cabang penulisan cerpen, penulisan lakon, serta penulisan puisi.​Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Pengurus Daerah Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa ajang ini menjadi wadah dalam melakukan pembinaan berkelanjutan.

​“Sebanyak 44 perguruan tinggi di Jawa Timur mengirimkan delegasi terbaik mereka dengan total partisipan mencapai sekitar 400 mahasiswa. Persaingan tentu akan sangat ketat, karena hanya juara pertama pada setiap tangkai seni yang nantinya secara otomatis akan menjadi wakil resmi kontingen Jawa Timur pada Peksiminas 2026,” ujar Dr. Fendi.

​Fendi merinci, pada edisi Peksimida tahun ini, terdapat 15 cabang seni yang dipertandingkan. Seluruh cabang tersebut meliputi baca puisi, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, komik strip, desain poster, fotografi, lukis, tari, vokal grup, menyanyi pop, dangdut, keroncong, hingga seriosa.

​Lebih lanjut, guna memastikan kelancaran dan efisiensi, pelaksanaan lomba disebar secara proporsional di sembilan perguruan tinggi di Jawa Timur yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah sesuai dengan spesifikasi dan fasilitas bidang seni masing-masing. Fendi juga menjamin bahwa aspek keadilan dan profesionalisme menjadi prioritas utama panitia.

​“Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi yang tinggi, setiap cabang lomba akan dinilai secara ketat oleh tiga dewan juri profesional. Komposisinya terdiri atas dua juri eksternal yang merupakan pakar di bidangnya dan satu juri internal dari perguruan tinggi penyelenggara. Dengan begitu, proses penilaian dipastikan berlangsung objektif, transparan, dan profesional,” tambah Fendi.

​Apresiasi juga datang dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menegaskan pentingnya ruang-ruang kreatif seperti PEKSIMIDA bagi generasi muda bangsa. Menurutnya, seni memiliki kekuatan magis yang melampaui batas-batas teknis.

​“Kami dari pemerintah provinsi sangat mengapresiasi gelaran PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 ini. Seni tidak hanya sekadar mengasah kemampuan teknis atau olah vokal dan visual semata. Lebih dari itu, seni adalah instrumen penting dalam membentuk karakter luhur, melestarikan kekayaan budaya lokal, serta memperkuat identitas dan jati diri bangsa di tengah gempuran arus globalisasi yang tak terbendung,” tegas Evy Afianasari.

​Evy menambahkan bahwa PEKSIMIDA Jatim 2026 ini menjadi rangkaian krusial menuju Peksiminas. Para juara dari 15 cabang seni ini mengemban misi besar untuk membawa nama Jawa Timur agar mampu bersaing dan mendominasi di tingkat nasional, yang tahun ini akan diselenggarakan di Universitas Jember (Unej).

Foto BeritaJatim.com
UM bersama 44 perguruan tinggi siap mensukseskan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 yang diikuti 400 mahasiswa

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., yang secara resmi membuka perhelatan Peksimida Jawa Timur 2026, menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk merawat talenta seni mahasiswa. Ia memandang seni sebagai pilar strategis dalam membangun peradaban manusia.

​“Seni itu bukan sekadar urusan menang atau kalah dalam sebuah kompetisi. Seni merupakan bagian integral dari pembangunan karakter, kehalusan budi, dan estetika masyarakat. Indonesia memiliki potensi megah di sektor ini, dan potensi tersebut hanya akan menjadi kenyataan apabila talenta-talenta muda kita terus diberikan ruang, panggung, dan ekosistem yang sehat untuk berkembang,” tutur Prof. Hariyono dengan optimis.

Rektor menilai, Peksimida harus dijadikan momentum emas untuk melahirkan para seniman muda visioner. Mereka diharapkan tidak hanya mampu mendulang prestasi di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem industri kreatif berbasis budaya di Indonesia.

“Ajang ini juga menjadi jembatan inklusif untuk memperluas jejaring antarmahasiswa, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan,” imbuh Prof. Hariyono.

​Dukungan nyata terhadap perkembangan seni budaya mahasiswa juga ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang. Wakil Bupati Malang yang turut hadir dalam pembukaan tersebut menyampaikan rasa bangga atas antusiasme luar biasa dari para peserta.

Pihaknya menilai kehadiran ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru daerah ini membuktikan bahwa semangat melestarikan kebudayaan nasional masih sangat membara di kalangan intelektual muda.

​“Pemerintah Kabupaten Malang sangat mendukung penuh dan mengapresiasi pelaksanaan PEKSIMIDA ini sebagai ruang ekspresi positif sekaligus wadah pembinaan talenta orisinal mahasiswa. Seni terbukti mampu menjadi media efektif untuk memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai luhur budaya, serta membentengi generasi muda dari dampak negatif modernisasi,” sebut Wakil Bupati Malang.

​Sebagai tuan rumah, kesiapan Universitas Negeri Malang dalam menyukseskan gelaran ini patut diacungi jempol. UM telah melakukan persiapan sejak Maret 2026 melalui koordinasi intensif bersama BPSMI Jawa Timur, penyusunan petunjuk teknis yang detail, hingga pelaksanaan technical meeting bersama seluruh dewan juri dan panitia pelaksana.

​Komitmen ini mencerminkan positioning UM sebagai kampus yang konsisten dan peduli terhadap pengembangan minat, bakat, serta pencapaian prestasi non-akademik mahasiswa. Di sisi lain, penyelenggaraan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Terutama pada poin SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi mahasiswa, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, BPSMI, dan perguruan tinggi demi masa depan talenta seni Indonesia

Pembukaan Peksimida Jatim 2026 ini diwarnai dengan pertunjukan seni teatrikal. Mulai dari suguhan tari kontemporer dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan UM, harmonisasi apik grup musik OPUS UM, hingga mahakarya sendratari bertajuk ‘Dwija Mahatmoko’ yang merupakan buah kolaborasi antara jajaran dosen dan mahasiswa UM. (dan/but)

 


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.