Unair Hadirkan CardioScreen Desa, Deteksi Dini Risiko Penyakit Jantung Lansia di Madiun

0

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular melalui program CardioScreen Desa: Portable ECG dan Monitoring Vital Sign di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Kegiatan yang berlangsung pada 15 Oktober 2026 ini digagas oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Program Studi Teknik Biomedis, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Unair.

Program tersebut menyasar masyarakat lanjut usia (lansia) dengan memanfaatkan teknologi pemeriksaan jantung portabel yang dapat digunakan langsung di lingkungan desa, dan sejalan dengan program Unair, yaitu AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity).

AIRCARE sendiri merupakan program transformasi kesehatan masyarakat lewat promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, teknologi kesehatan, dan penguatan akses layanan kesehatan, yang mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Good Health and Well-being).

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya perhatian terhadap risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok lansia. Lewat kegiatan ini, tim Unair berupaya mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung prioritas pembangunan Desa Bajulan di bidang kesehatan.

Program ini mengintegrasikan pemeriksaan memakai perangkat portable ECG dengan sistem pencatatan digital berbasis situs web. Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi kegiatan.

“Perangkat yang digunakan memanfaatkan ultrasound dan dapat menyajikan informasi pemeriksaan berupa sinyal ECG, denyut jantung, serta tekanan darah sistolik dan diastolik,” ujar Ketua Tim Pengmas, Dr. Ir. Riries Rulaningtyas, S.T., M.T., Selasa (20/10/2026).

Sistem pemeriksaan juga dapat memberikan indikasi irama jantung, seperti takikardia, bradikardia, irama normal, dan kemungkinan fibrilasi atrium (possible AFib). Hasil itu digunakan sebagai informasi skrining awal sehingga indikasi kelainan tetap memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan yang berwenang.

Riries menjelaskan, kegiatan dipusatkan di Posyandu Desa Bajulan. Warga terlebih dahulu diarahkan untuk mengisi data diri melalui situs web yang dikembangkan tim Unair. Data ini untuk mendukung pencatatan peserta dan penyimpanan hasil pemeriksaan ECG.

“Setelah registrasi, peserta menjalani pemeriksaan menggunakan perangkat portable ECG. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat,” tambah Riries.

Secara keseluruhan, lebih dari 50 warga mengikuti pemeriksaan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Setelah pemeriksaan, warga memperoleh penjelasan tentang hasil yang didapatkan serta himbauan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.

Selain menghadirkan teknologi pemeriksaan, tim Unair juga melibatkan kader posyandu setempat. Para kader telah mendapatkan pelatihan untuk menggunakan perangkat yang disediakan dengan pendampingan tim pengmas selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan kader, lanjut Riries, menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan CardioScreen Desa. Melalui pelatihan, kader diharapkan mampu meneruskan upaya deteksi dini dengan memanfaatkan perangkat portable ECG dan situs web yang telah disediakan.

“Program CardioScreen Desa tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga mendorong keberlanjutan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di tingkat desa,” jelas Riries.

Pemanfaatan situs web untuk pencatatan hasil pemeriksaan juga diharapkan dapat membantu pengelolaan informasi kesehatan peserta secara lebih terstruktur. Dalam penerapannya, kerahasiaan data pribadi dan kesehatan warga tetap diperhatikan.

Melalui program ini, tim Teknik Biomedis Unair berharap masyarakat Desa Bajulan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Kader posyandu juga diharapkan dapat berperan dalam mendukung deteksi dini dengan tetap memperhatikan kebutuhan tindak lanjut medis,” tambah Riries.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi biomedis untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Dengan menggabungkan perangkat pemeriksaan portabel, pencatatan digital, dan pemberdayaan kader, CardioScreen Desa diharapkan dapat mendukung penguatan layanan kesehatan preventif di wilayah pedesaan. [ipl/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.