Unisma Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Posisi PTS Unggulan
Ringkasan Berita:
- Unisma mengukuhkan tiga guru besar baru dalam rapat terbuka senat.
- Tiga profesor menyampaikan orasi ilmiah strategis sesuai bidang keilmuan masing-masing.
- Rektor menyebut Unisma kini memiliki 27 guru besar dari internal kampus.
- Pengukuhan memperkuat posisi Unisma sebagai salah satu PTS terbaik nasional.
Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali meneguhkan posisinya sebagai jajaran perguruan tinggi papan atas di Indonesia dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru. Prosesi pengukuhan ini dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Senat yang bertempat di Gedung Pascasarjana Lantai 7, Sabtu (9/5/2026).
Ketiga profesor yang dikukuhkan tersebut membawa gagasan strategis melalui orasi ilmiahnya masing-masing. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P., Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P., dan Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes.
Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P., Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisiologi Tumbuhan, menyampaikan orasi berjudul “Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Budidaya Tanaman dan Kearifan Lokal”. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa sektor pertanian adalah yang paling terdampak oleh anomali cuaca global.

“Sektor pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi dan adaptasi yang komprehensif, tidak hanya mengandalkan teknologi modern tetapi juga mengintegrasikan kearifan lokal,” tegas Prof. Istirochah.
Sementara itu, Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P., yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Sosial Ekonomi Pertanian, menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Penguatan Kelembagaan Petani dalam Menghadapi Era Disrupsi dan Ekonomi Digital”. Ia menyoroti pentingnya posisi tawar petani di tengah arus digitalisasi.
“Petani kita tidak boleh hanya menjadi objek di ujung rantai pasok. Digitalisasi pertanian melalui platform agritech harus mampu memotong mata rantai tengkulak sehingga nilai tambah ekonomi benar-benar kembali ke kantong petani,” ujar Prof. Dwi.
Dari Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes., pakar di bidang Biomedik Farmasi, memaparkan orasi berjudul “Eksplorasi Senyawa Alam Indonesia sebagai Kandidat Obat Kardiovaskular”. Ia mengungkapkan potensi besar flora Indonesia untuk mengatasi ketergantungan bahan baku obat impor.
“Kekayaan biodiversitas Indonesia adalah laboratorium raksasa. Kami menemukan potensi besar pada tanaman lokal yang secara empiris terbukti mampu menurunkan tekanan darah dan melindungi fungsi jantung tanpa efek samping berat,” jelas Prof. Yudi.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menyatakan rasa syukur yang mendalam. Ia menekankan bahwa penambahan guru besar ini berkorelasi langsung dengan kualitas pendidikan dan kepercayaan pemerintah terhadap Unisma.
“Ada kebanggaan tersendiri dalam pencapaian ini. Unisma saat ini telah memiliki 27 Guru Besar yang lahir dari rahim sendiri. Mereka adalah para pendekar akademik yang meniti karier dari nol di Unisma, bukan hasil impor,” tegas Prof. Junaidi.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi Unisma yang kini masuk dalam 10 Besar PTS Terbaik di Indonesia versi Scimago Institutions Rankings 2026. Kepercayaan publik ini juga dibuktikan dengan turunnya izin dua program studi baru di bawah Fakultas MIPA dan Fakultas Teknologi Informasi pada Mei ini.
“Kehadiran guru besar baru ini menunjukkan ekosistem akademik kita sangat sehat. Unisma saat ini tidak hanya fokus pada peringkat nasional, tetapi terus bergerak secara progresif menjadi World Class University melalui produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat,” pungkasnya. [dan/beq]
Link informasi : Sumber