Warga Ponorogo Diminta Waspada Influenza A, Dinkes Perkuat Pemantauan

0

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Ponorogo diminta tidak mengabaikan gejala flu yang muncul di lingkungan sekitar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Influenza A dengan memperkuat pemantauan melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan karena sampai saat ini belum ada laporan kasus Influenza A yang diterima Dinkes Ponorogo.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini, mengatakan pemantauan terhadap penyakit dengan gejala menyerupai influenza terus dilakukan. Pemantauan tidak hanya mengandalkan laporan dari fasilitas kesehatan, tetapi juga menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat peningkatan kasus flu di masyarakat. Terutama pada kondisi yang menunjukkan gejala berat dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.

“Sampai saat ini belum ada laporan kasus Influenza A di Ponorogo. Masyarakat tetap perlu waspada, tetapi tidak perlu panik,” kata Anik, Senin (28/9/2026).

Melalui SKDR, petugas memantau kelompok kasus Influenza Like Illness (ILI) serta Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Kedua kelompok tersebut menjadi bagian dari pemantauan karena berkaitan dengan penyakit infeksi saluran pernapasan.

SARI secara khusus menjadi perhatian ketika pasien mengalami gejala berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dari pemantauan tersebut, kondisi kesehatan masyarakat dapat terus diikuti untuk melihat adanya pola kasus yang perlu ditindaklanjuti.

“Pemantauan terus kami lakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan SKDR,” ungkapnya.

Anik menegaskan, gejala yang muncul pada seseorang belum bisa menjadi dasar untuk memastikan adanya infeksi Influenza A. Kepastian mengenai penyakit tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya melalui uji laboratorium khusus untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar terinfeksi Influenza A.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan gejala flu. Kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi penentuan apakah seseorang terinfeksi Influenza A harus didasarkan pada pemeriksaan yang sesuai.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun.

Penggunaan masker juga dianjurkan ketika seseorang sedang mengalami flu. Selain itu, interaksi dengan orang lain sebaiknya dibatasi selama kondisi tubuh masih sakit untuk mengurangi potensi penularan.

“Bagi masyarakat yang sedang sakit, sebaiknya tidak memaksakan diri beraktivitas di kerumunan atau sekolah,” jelas Anik.

Anik meminta warga yang sedang sakit tidak memaksakan diri menjalani aktivitas di tempat ramai. Hal tersebut juga berlaku bagi anak atau warga yang mengalami gejala flu agar tidak tetap beraktivitas di lingkungan sekolah ketika kondisi tubuh belum pulih.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan apabila ditemukan sejumlah orang mengalami flu dalam waktu yang berdekatan. Terlebih jika kondisi tersebut disertai gejala yang cukup berat.

“Jika ada kasus flu yang muncul berkelompok maupun gejalanya berat, segera laporkan kepada petugas kesehatan agar bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya.


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.