Wisata Sgodean Magetan Destinasi Baru Berbasis Mata Air Alami, BUMDes Bidik 400 Pengunjung di Akhir Pekan
Magetan (beritajatim.com) – Wisata Sgodean di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mulai menjelma menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat. Mengandalkan kejernihan mata air alami tanpa kaporit, kawasan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bakti Ngiliran ini tidak hanya menawarkan wisata keluarga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa melalui pemberdayaan pelaku UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Destinasi yang mulai beroperasi bertepatan dengan libur Tahun Baru 2026 tersebut dikembangkan di atas lahan desa seluas sekitar setengah hektare. Konsep wisata terpadu yang menggabungkan kolam renang, restoran, dan kafe menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dengan udara sejuk dan sumber air alami yang masih terjaga.
Direktur BUMDes Karya Bakti Ngiliran, Joko Wahyu Nugroho, mengatakan nama Sgodean diambil dari nama kawasan setempat. Nama tersebut dipilih karena lebih sederhana dan mudah diingat oleh masyarakat maupun wisatawan.
“Dulu lokasi ini hanya sumber jamban atau sumber air biasa. Karena potensi alamnya bagus, kami berpikir tempat ini bisa dikembangkan. Akhirnya bersama BUMDes dan masyarakat, kawasan ini kami tata menjadi destinasi wisata,” ujarnya, Minggu (5/7/2026)
Menurut Joko, keunggulan utama Sgodean terletak pada kualitas air yang berasal langsung dari mata air alami tanpa campuran kaporit. Air yang jernih dan segar menjadi nilai lebih dibandingkan sejumlah kolam renang buatan, sehingga banyak pengunjung datang untuk menikmati sensasi berenang di air pegunungan yang alami.
Untuk menjaga kualitas tersebut, pengelola melakukan pengurasan kolam setiap hari. Selain menyediakan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, kawasan wisata juga dilengkapi area resto serta kafe yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai bersama keluarga.
“Mayoritas pengunjung justru berasal dari luar desa bahkan luar Magetan. Mereka tertarik karena kejernihan dan kesegaran air di sini yang berasal dari sumber mata air murni tanpa kaporit,” jelasnya.
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata ini. Selain pembersihan harian, pengelola menerapkan agenda pembersihan menyeluruh setiap Jumat Pahing atau setiap 35 hari sekali. Pada hari tersebut, kawasan wisata ditutup sementara agar proses pembersihan dapat dilakukan secara gotong royong bersama pemerintah desa dan masyarakat.
“Karena ini wisata alam, kebersihan menjadi prioritas utama. Selain pembersihan harian, kami juga melakukan pembersihan menyeluruh secara berkala,” ungkapnya.
Keberadaan Wisata Sgodean tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mulai menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Ngiliran. Produk-produk UMKM lokal, mulai dari roti hingga aneka makanan ringan, kini dipasarkan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
BUMDes pun menyiapkan langkah pengembangan agar manfaat ekonomi semakin luas. Salah satunya dengan menghadirkan stan khusus oleh-oleh serta menyusun paket wisata yang terintegrasi dengan produk-produk UMKM desa. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal.
Promosi destinasi selama ini dilakukan secara aktif melalui media sosial. Upaya tersebut dinilai cukup efektif memperkenalkan Sgodean kepada masyarakat di luar Kabupaten Magetan. Pada hari biasa, jumlah kunjungan tergolong stabil, sementara saat akhir pekan dan hari libur terjadi peningkatan signifikan.
Dengan tarif masuk Rp5.000 pada hari kerja dan Rp7.000 saat akhir pekan, pengelola menargetkan kunjungan hingga 400 wisatawan setiap weekend maupun masa liburan. Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya minat masyarakat untuk datang.
Meski demikian, pengelola masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan parkir. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, BUMDes saat ini tengah menyiapkan area parkir baru di sisi selatan kawasan wisata. Proses perataan lahan menggunakan alat berat sedang dilakukan agar fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan pengunjung.
Joko menegaskan, pengembangan Wisata Sgodean tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pendapatan desa. Lebih dari itu, keberadaan destinasi wisata ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, sampai sekarang wisata Sgodean sudah mampu menyerap cukup banyak tenaga kerja dari warga lokal,” pungkasnya.
Ke depan, penambahan fasilitas pendukung, perluasan area parkir, serta penguatan kolaborasi dengan pelaku UMKM menjadi fokus pengembangan Wisata Sgodean. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi destinasi ini sebagai salah satu tujuan wisata berbasis alam di Magetan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ngiliran. [fiq/aje]
Link informasi : Sumber