Yakuza Maneges Laporkan Dugaan Pelecehan Santriwati ke Polres Malang

0

Malang (beritajatim.com) – Organisasi sosial keagamaan Yakuza Maneges melaporkan dugaan pelecehan terhadap santriwati ke Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Malang, Sabtu (13/6/2026).

Tiba di Polres Malang sekitar pukul 15.40 WIB, Pimpinan Yakuza Maneges Gus Thuba Topo Broto Maneges mengawal langsung beberapa korban dugaan pelecehan untuk bertemu penyidik Satres PPA dan PPO.

Yakuza Maneges merupakan organisasi sosial keagamaan yang dimotori Gus Thuba, cucu ulama kondang Gus Miek dari Ponpes Lirboyo, Kediri. Yakuza Maneges baru saja dideklarasikan pada 2026 ini dengan berfokus pada dakwah inklusif untuk merangkul kaum marjinal dan “santri jalur kiri” agar berbenah diri.

Dikawal puluhan anggota Yakuza Maneges, Gus Thuba melaporkan oknum pengasuh Yayasan Pendidikan Islam ‘Baytul Makmur’ di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berinisial MR.

Tak berselang lama, seorang pria yang diduga MR dengan wajah ditutupi jaket dan pengawalan anggota polisi digelandang menuju ruang pemeriksaan Satuan Reserse PPA dan PPO. Terdapat tiga korban dugaan pelecehan santri putri, masing-masing berinisial F, C, dan H.

Tim hukum korban dugaan pelecehan yang juga pengurus Yakuza Maneges Malang Raya, Muhammad Zaki, mengatakan ada tiga hingga empat korban yang masih di bawah umur.

“Ada yang masih jadi santri dan sudah alumni. Perilaku yang dilakukan tersangka ini sudah masuk extraordinary crime. Korban berada di bawah relasi kuasa pelaku dan tidak bisa melawan. Saya ini kan santri, ya. Santri kalau diapakan-apakan kiainya itu kan diam saja. Tidak berani speak up. Nah, kami di Yakuza Maneges akan mengawal kasus-kasus yang seperti ini,” tegasnya.

Kata Zaki, modus yang dilakukan biasanya berupa meraba-raba. Agar tidak bersuara, korban biasanya diberi atau diiming-imingi sesuatu seperti uang.

Zaki juga mengaku sudah bertemu terduga pelaku ketika digelandang polisi ke ruang pemeriksaan Satres PPO dan PPA. “Ya, tadi yang digelandang masuk ruang pemeriksaan itu pelakunya. Kita sempat berbicara, kok bisa berbuat seperti itu pada santriwati,” sesal Zaki. (yog/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.