18 Pimpinan Kampus NUNI Rumuskan Kolaborasi, Mahasiswa Petakan Masalah Warga Trawas

0

Ringkasan Berita:

  • Sebanyak 18 pimpinan perguruan tinggi anggota NUNI merumuskan program kerja kolaborasi di Kampus Universitas Surabaya pada Selasa (13/10/2026).
  • Jaringan yang terdiri dari 21 kampus tersebut memprioritaskan empat pilar, yakni pergerakan mahasiswa, pergerakan staf, kolaborasi riset, dan reputasi internasional.
  • Universitas Surabaya dan Universitas Kristen Petra menjadi tuan rumah perkemahan mahasiswa NUNI yang melibatkan mahasiswa dari 15 universitas di kawasan Trawas.
  • Mahasiswa memetakan persoalan sosial masyarakat pedesaan dan mempresentasikan gagasan penyelesaian masalah kepada para pimpinan perguruan tinggi.

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 18 pimpinan perguruan tinggi anggota Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) merumuskan program kerja kolaborasi pendidikan tinggi dalam pertemuan di Perpustakaan Lantai 5 Kampus Universitas Surabaya (Ubaya), Tenggilis, Selasa (13/10/2026). Forum tersebut membahas penguatan kerja sama antarkampus melalui pergerakan mahasiswa dan staf, kolaborasi riset, serta peningkatan reputasi internasional.

Ketua Dewan Kemitraan NUNI, Dr. Nelly, mengatakan jaringan yang terdiri dari 21 kampus itu berfokus pada empat pilar penguatan institusi. Keempatnya meliputi pergerakan mahasiswa, pergerakan staf, kolaborasi riset, dan reputasi internasional.

“Pencapaian untuk meraih reputasi internasional akan berat jika dikerjakan sendiri. Konsorsium ini membuat capaian perguruan tinggi di Indonesia menjadi sinergis dan makin nyata,” kata Nelly.

Menurut Nelly, kerja sama melalui konsorsium memungkinkan perguruan tinggi menggabungkan keunggulan masing-masing untuk memperluas jangkauan akademik. Kolaborasi juga dinilai dapat memperkuat upaya memperkenalkan perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

Pertemuan forum pimpinan kampus tersebut diselenggarakan setiap tahun secara bergantian di berbagai wilayah. Setelah sebelumnya berlangsung di Sumatera Barat, Jawa Timur mendapat giliran menjadi tuan rumah pertemuan tahun ini.

“Secara bersama-sama kita berupaya untuk lebih dikenal di kancah internasional. Saat pameran di luar negeri, dampaknya jauh lebih besar ketimbang universitas pergi sendiri-sendiri,” tambah Nelly.

Wakil Ketua NUNI, Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, menegaskan bahwa kolaborasi dalam konsorsium tersebut terbuka bagi semua bidang keilmuan. Setiap perguruan tinggi dapat berkontribusi dengan mengandalkan keunggulan akademik yang dimiliki.

“Setiap perguruan tinggi punya keunikannya masing-masing. Dengan bersatu, kita bisa menghasilkan banyak inovasi sekaligus memperkaya kemampuan riset seluruh anggota,” jelas Poppy.

Selain membahas arah kerja sama antarkampus, rangkaian kegiatan NUNI di Jawa Timur juga mencakup program yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam persoalan masyarakat. Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, mengatakan Ubaya bersama Universitas Kristen Petra menjadi tuan rumah perkemahan mahasiswa NUNI tahun ini.

“Mahasiswa dari 15 universitas beraktivitas di desa daerah Trawas sejak hari Sabtu. Mereka turun untuk melihat permasalahan yang dihadapi warga secara langsung,” terang Benny.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memetakan berbagai persoalan sosial di kawasan pedesaan Trawas. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk merumuskan gagasan penyelesaian masalah berdasarkan kondisi yang mereka temui di lapangan.

“Hari ini mereka mempresentasikan solusi-solusi nyata bagi masyarakat. Hasil dari perkemahan mahasiswa ini menjadi bentuk pemberdayaan lingkungan di Jatim,” tutup Benny.

Presentasi gagasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi NUNI yang mempertemukan pengalaman mahasiswa dengan perspektif pimpinan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan riset, tetapi juga mendorong kontribusi bagi masyarakat. [ipl/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.