2 Remaja Tuban Bobol 13 Sekolah karena Kecanduan Judi Online
Tuban (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tuban berhasil menangkap dua pelaku pencurian yang diduga membobol 13 sekolah di wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Salah satu aksi pencurian terjadi di UPT SDN Mulyoagung 2, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Kasus tersebut dilaporkan pada 3 September 2026 dan kemudian ditindaklanjuti polisi melalui serangkaian penyelidikan.
Bobol Ruang Guru dan Bawa Kabur Tiga Laptop
Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan, S.Sos., dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026), menjelaskan pencurian di UPT SDN Mulyoagung 2 pertama kali diketahui saksi SK (57), petugas kebersihan sekolah.
Saat hendak membersihkan sekolah sekitar pukul 05.30 WIB, saksi mendapati pintu ruang guru dalam kondisi rusak, dicongkel, dan terbuka.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi ruang guru diketahui telah berantakan, acak-acakan dan saat di cek di kamera CCTV terlihat pelaku beraksi pada malam hari dan masuk ke dalam ruang guru dengan cara merusak atau mencongkel pintu,” ujar Kompol Supiyan.
Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa tiga unit laptop merek HP warna silver. Akibat pencurian itu, pihak sekolah mengalami kerugian materiil sekitar Rp20 juta dan kemudian melaporkannya kepada Satreskrim Polresta Tuban.
Dua Pelaku Ditangkap
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Satreskrim Polresta Tuban berhasil mengidentifikasi dan mengamankan dua pelaku. Keduanya yakni AHN (22), warga Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, dan KTH (22), warga Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo.
Keduanya diamankan di rumah masing-masing. Salah satu pelaku bahkan ditangkap saat sedang tidur di rumahnya.
“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan Satreskrim Polresta Tuban berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku yakni AHN (22) warga desa Banjarworo kecamatan Bangilan dan KTH (22) warga Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo dirumahnya masing-masing,” imbuhnya.
Akui Bobol 13 Sekolah
Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian di sejumlah sekolah. Total terdapat 13 titik yang diduga menjadi lokasi aksi mereka, baik di wilayah Kabupaten Tuban maupun Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Polisi menyebut kedua pelaku diduga menyasar sekolah dengan modus membobol pintu dan mengambil barang-barang berharga yang berada di dalamnya.
“Terdapat 13 titik sekolah yang diduga menjadi lokasi aksi, baik di wilayah Kabupaten Tuban maupun Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan mereka memang spesialis pembobol sekolahan,” jelas Kompol Supiyan.
Adapun barang yang dicuri di antaranya laptop, tablet, LCD proyektor, amplifier/power, mixer, kamera, hingga uang tunai.
Hasil Pencurian Disebut untuk Judi Online
Kepada penyidik, pelaku mengaku melakukan pencurian karena terjerat judi online. Barang-barang hasil pencurian kemudian dijual, sedangkan uangnya digunakan untuk bermain judi online.
Untuk sejumlah lokasi pencurian di wilayah Kabupaten Rembang, Polresta Tuban masih melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat guna menindaklanjuti kasus tersebut. [dya/but]
Link informasi : Sumber