2 Wakil Bondowoso Bidik Sejarah di Piala Soeratin U13-U15 Jawa Timur
Bondowoso (beritajatim.com) – Dua tim asal Kabupaten Bondowoso mewakili daerahnya dalam kompetisi Piala Soeratin U13 dan U15 tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember, September 2026 ini.
Dua tim tersebut yakni SSB Arseko yang turun di kelompok usia U15 dan Putra Magenda Mifa pada kelompok U13. Keduanya berhak tampil di tingkat provinsi setelah menjadi juara pada kompetisi tingkat Kabupaten Bondowoso.
Ketua ASKAB PSSI Bondowoso, Subangkit Adi Putra, mengatakan kedua tim telah melakukan persiapan masing-masing bersama jajaran pelatih dan pengurus SSB.
“Untuk persiapannya saya yakin teman-teman pelatih maupun pengurus dari SSB yang bersangkutan sudah menyiapkan dengan baik. Tinggal bagaimana rezekinya mereka. Mudah-mudahan bisa menampilkan performa atau kemampuan yang terbaik,” kata Subangkit, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, keikutsertaan kedua tim tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan pemain muda Bondowoso, tetapi juga membawa nama daerah dalam kompetisi sepak bola usia dini tingkat Jawa Timur.
Subangkit mengatakan seluruh tim yang berlaga memiliki peluang yang relatif sama. Sebab, kekuatan sepak bola usia muda di Jawa Timur dinilai semakin merata.
“Kalau target, saya yakin semua punya target. Targetnya pasti juara. Tetapi peluang itu yang kita tidak bisa memastikan, karena rata-rata sekarang sepak bola ini semua merata sehingga masing-masing tim mempunyai kesempatan yang sama,” ujarnya.
Meski demikian, Subangkit melihat peluang lebih besar berada pada tim U15 yang diwakili SSB Arseko. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi fisik dan postur pemain yang dinilainya cukup kompetitif dibandingkan tim dari daerah lain.
“Kalau saya melihat, peluang potensinya itu sebenarnya di U15. Saya lihat postur adik-adik ini hampir sama dengan tim-tim lain,” katanya.
Namun, dia menegaskan postur bukan satu-satunya faktor penentu dalam pertandingan. Kemampuan teknik, intensitas latihan, serta kesiapan tim akan menjadi faktor penting untuk menentukan hasil akhir.
“Postur itu tidak menentukan. Semua masih tergantung kepada skill. Saya rasa peluangnya tetap sama sebenarnya. Namun kembali kepada rezeki dan juga intensitas dari adik-adik itu sendiri dalam menyiapkan tim,” jelasnya.
Pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut, setiap daerah umumnya mengusung minimal satu tim pada masing-masing kelompok usia. Sementara Jember sebagai tuan rumah menurunkan dua tim pada masing-masing kelompok usia.
“Jika nanti juara, itu yang pertama kali,” katanya ketika ditanya apakah sebelumnya pernah ada tim Bondowoso yang menjadi juara dan kemudian berlaga pada kompetisi tersebut.
Meski demikian, sejarah sepak bola Bondowoso pernah mencatat prestasi di level regional. Subangkit mengingat ketika dirinya masih aktif sebagai pemain pada era 1990-an, Bondowoso pernah menembus babak empat besar regional.
“Terakhir kita U17, zamannya saya itu empat besar di regional tahun 90-an. Waktu itu masuk semifinal lawan Persebaya, home away di Magenda dan Tambaksari,” ujarnya.
Kini, sejarah tersebut diharapkan kembali berlanjut melalui pembinaan pemain usia muda. Dua wakil Bondowoso akan berusaha membawa nama daerah sejauh mungkin dalam kompetisi Soeratin U13 dan U15 tingkat Jawa Timur. (awi/kun)
Link informasi : Sumber