Jelang Duel Bhayangkara FC vs Persebaya, Tavares Soroti Sosok Oscar Bruzon
Surabaya (beritajatim.com) — Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mewaspadai performa pelatih baru Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, dalam laga pembuka Super League 2026/2027 yang akan berlangsung pada 5 September 2026 mendatang.
Tavares dengan tegas mengungkapkan bahwa meskipun skuadnya telah berupaya tumbuh lebih baik sepanjang pramusim, kedatangan pelatih baru di kubu lawan bukanlah sebuah keuntungan bagi timnya.
“Tidak. Jika mereka (Bhayangkara FC) mengganti pelatih yang sudah menunjukkan performa bagus di liga ini berarti pelatih yang datang lebih baik. Jadi saya rasa itu bukan keuntungan. Mereka lebih diuntungkan daripada kita,” kata Tavares saat sesi latihan Persebaya pada Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, Bhayangkara FC justru lebih diuntungkan karena memiliki akses untuk menganalisis seluruh pertandingan yang telah dilakoni Persebaya melalui rekaman YouTube, laga persahabatan, dan lain sebagainya.
Sebaliknya, Persebaya memiliki keterbatasan informasi karena belum mengetahui ambisi serta taktik yang akan diterapkan oleh pelatih asal Spanyol tersebut. “Kami mengenal para pemain, tetapi kami tidak dapat mengetahui banyak hal tentang bagaimana pelatih ini ingin bermain,” tegasnya.
Selain faktor juru taktik, komposisi pemain Bhayangkara FC juga dinilai lebih unggul berkat kehadiran pemain asing baru asal Denmark, Anton Sojberg, yang memiliki rekam jejak di liga papan atas India.
Tavares juga menyebutkan bahwa lawan saat ini tidak kehilangan pemain kunci dan justru mempertahankan pilar terbaiknya, yang menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Bajol Ijo dalam laga tandang ini.
“Mereka tidak kehilangan pemain kunci. Pemain terbaik mereka tetap di Bhayangkara. Mereka membawa pemain bagus yang sudah berpengalaman dari Super League di Indonesia. Dan mereka juga membawa pemain bagus dari luar negeri yang memiliki CV bagus. Jadi artinya kita perlu melakukan persiapan yang baik,” katanya.
Oleh karena itu, Persebaya tidak akan meremehkan lawan dan telah menyiapkan strategi, antisipasi, serta peningkatan kesiapan fisik maupun mental para pemain.
Ia juga menekankan pentingnya kerja keras tanpa harus menengok pencapaian-pencapaian yang telah diraih di masa lalu, seperti Juara Piala Presiden 2026.
“Apa yang kita lakukan sebelumnya tidak akan membantu kita besok. Jadi kita perlu bekerja keras hari ini untuk menjadi tim yang lebih baik dan memiliki pemain yang lebih baik, semuanya lebih baik untuk besok,” pungkasnya. (rma/kun)
Link informasi : Sumber