50 Ribu Jemaah Geser ke Makkah, PPIH Jamin Tak Ada Koper Tertinggal

0

RINGKASAN BERITA:

  • Lebih dari 50.000 jemaah haji sukses digeser dari Madinah ke Makkah sejak 30 April 2026.
  • PPIH menerapkan SOP ketat dengan menyiapkan koper 8 jam sebelum jadwal keberangkatan bus.
  • Truk khusus disiagakan untuk mengangkut koper yang tertinggal guna menghindari hambatan di jalan sempit.
  • Jemaah diimbau membuat daftar ceklis barang pribadi guna menghindari tertinggal akibat terburu-buru.

Madinah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sektor 1 Madinah memastikan lebih dari 50.000 jemaah haji Indonesia telah digeser menuju Makkah tanpa ada satu pun koper maupun orang yang tertinggal hingga Sabtu (9/5/2026).

Capaian ini merupakan hasil dari koordinasi ketat lintas fungsi dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) logistik yang disiplin sejak dimulainya fase pergeseran pada 30 April lalu.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, proses pergeseran jemaah dari Madinah ke Makkah kini memasuki fase krusial dengan intensitas pergerakan yang tinggi.

Koordinasi antar-layanan dilakukan setiap hari guna memastikan kelancaran mobilisasi di tengah tantangan geografis jalanan Madinah yang sempit serta volume barang bawaan jemaah yang meningkat.

Koordinator Transportasi PPIH Sektor 1, Aryo Dipokusumo, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan proses ini terletak pada manajemen waktu barang bawaan.

“Dari saat ini kita sudah memberangkatkan lebih dari 50ribu jemaah, mulai dari tanggal 30 sampai dengan hari ini,” ujar Aryo di Madinah. Setiap harinya, tim transportasi mengatur setidaknya 13 pergeseran kloter yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Untuk mencegah koper tertinggal atau menghambat laju bus di area hotel yang sempit, jemaah diwajibkan menyiapkan koper besar delapan jam sebelum jadwal keberangkatan. Proses penurunan koper ke lobi hotel dilakukan empat jam sebelum bus tiba.

Petugas juga bersikap tegas terkait kelebihan muatan; mereka hanya bertanggung jawab atas koper bagasi dan koper kabin resmi, sementara barang tambahan hasil belanja diimbau dikirim melalui jasa kargo.

Aryo menegaskan bahwa seluruh petugas bekerja sebagai satu kesatuan tanpa melihat batasan tugas fungsi masing-masing. “Jadi kami bekerja secara simultan. Kita sudah tidak melihat lagi ego sektoralnya, siapapun yang bisa membantu jemaah untuk bisa naik ke dalam bus kita akan coba maksimalkan,” tegasnya.

Tim transportasi juga melakukan sweeping atau penyisiran kamar bersama tim akomodasi sebelum bus berangkat. Jika ditemukan koper yang tertinggal, petugas telah menyiagakan truk khusus untuk menyusul pergeseran tersebut menuju Makkah.

Kesiapan dari sisi jemaah juga menjadi faktor penentu kelancaran. Nanda Eko Dinata, Ketua Regu 1 Rombongan 9 Kloter 8 Embarkasi Kualanamu (KNO), membagikan kiat suksesnya dalam mengelola anggota regu agar tidak terburu-buru saat proses pergeseran.

Ia mewajibkan anggotanya membuat daftar ceklis barang bawaan pribadi untuk memastikan tidak ada perlengkapan penting—seperti jaket atau dokumen pribadi—yang tercecer.

“Kami siapkan list barang, apa saja yang dibawa, baik kebutuhan pribadi maupun perlengkapan yang akan dipakai di Makkah. Jadi saat koper dikumpulkan delapan jam sebelumnya semuanya sudah siap,” ungkap Nanda kepada Media Center Haji.

Selain logistik, aspek kesehatan menjadi perhatian utama mengingat suhu di Arab Saudi saat ini menyentuh 38 hingga 44 derajat Celsius. Nanda terus mengimbau rekan sejawatnya untuk melipatgandakan konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi. “Kalau biasanya cukup dua liter sehari, di cuaca panas seperti ini harus lebih banyak minum air putih supaya tidak dehidrasi,” imbuhnya.

Hingga saat ini, total jemaah haji Indonesia yang telah mendarat di Tanah Suci mencapai 110.848 orang. Dengan tuntasnya sebagian besar pergeseran dari Madinah, episentrum layanan kini berfokus sepenuhnya di Makkah guna mempersiapkan jemaah menghadapi puncak haji di Armuzna yang menuntut ketahanan fisik luar biasa. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.