Layanan Humanis Petugas Indonesia di Bir Ali Jadi Sorotan Dunia dan Dilirik Negara Lain

0

RINGKASAN BERITA:

  • Layanan humanis PPIH di Bir Ali terhadap lansia dan disabilitas kini menjadi model bagi negara lain.
  • Prof. Jaenal Effendi melakukan inspeksi kesiapan Sektor Bir Ali dalam melayani pengambilan miqat jemaah.
  • Petugas diinstruksikan menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah suhu panas Arab Saudi yang mencapai 41°C.
  • Sinergi petugas menjadi kunci keberhasilan layanan pengambilan miqat sebelum pergeseran jemaah ke Makkah.

Madinah (beritajatim.com) – Layanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Sektor Bir Ali, Madinah, mendapatkan pengakuan internasional dan kini mulai dilirik oleh negara-negara lain berkat pendekatannya yang humanis terhadap jemaah lansia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Prof. Jaenal Effendi, menegaskan bahwa standar pelayanan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, penguatan layanan di titik krusial ini menjadi indikator keberhasilan manajemen haji tahun ini.

Bir Ali merupakan check point penting bagi jemaah untuk mengambil miqat sebelum bergeser dari Madinah menuju Kota Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib.

“Saat kami bertemu dengan mitra kerja di DPR RI, menyebut layanan haji tahun ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Prof. Jaenal saat berdialog dengan jajaran petugas PPIH Sektor Bir Ali, Madinah, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan bahwa salah satu poin yang sangat diapresiasi oleh anggota dewan adalah kesabaran petugas dalam melayani jemaah. “Petugas melayani dengan baik dan sabar di Bir Ali,” tuturnya menirukan apresiasi tersebut.

Kepiawaian petugas Indonesia dalam menangani jemaah lansia dan disabilitas ternyata menyita perhatian delegasi haji dari negara lain. Tindakan sigap seperti menggendong jemaah, mendorong kursi roda dengan telaten, serta memprioritaskan kelompok rentan menjadi pemandangan yang dianggap inspiratif oleh jemaah dan petugas mancanegara.

“Aktivitas petugas haji Indonesia saat melayani jamaah ini menyita perhatian negara lain. Nah layanan kita ini mungkin bisa ditiru negara lain untuk melayani jamaah mereka,” tandas Prof. Jaenal. Menurutnya, dedikasi petugas di lapangan telah menciptakan standar excellent service yang mencerminkan martabat bangsa di mata dunia.

Mengingat suhu udara di Makkah dan Madinah yang menyentuh angka 41°C, Prof. Jaenal meminta seluruh petugas untuk tidak mengabaikan kesehatan pribadi. Stamina yang terjaga merupakan syarat mutlak untuk memberikan pelayanan prima secara berkelanjutan hingga puncak haji di Armuzna nanti.

“Semangat dan tujuan kita adalah excellent service kepada jamaah,” ungkap Guru Besar IPB tersebut. Ia menekankan agar petugas selalu menjaga kekompakan dan mendahulukan kesuksesan kolektif di atas kepentingan pribadi maupun ego sektoral.

Tantangan pergeseran jemaah yang dinamis menuntut kesiapan mental yang kuat. Untuk itu, asupan nutrisi dan pola istirahat petugas harus tetap terpantau dengan baik agar misi perlindungan jemaah tetap berjalan tanpa hambatan teknis maupun faktor kelelahan fisik yang berlebihan.

Bagi jemaah asal Jawa Timur dan daerah lainnya, kehadiran petugas yang bugar di Bir Ali menjadi jaminan kenyamanan saat memulai niat ihram. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.