Musorkotlub KONI Kota Blitar Ricuh, Tiga Cabor Layangkan Protes ke Panitia

0

Ringkasan Berita:

  • Musorkotlub KONI Kota Blitar diwarnai kericuhan saat tiga cabor memprotes panitia di pintu masuk ruang forum.
  • Percasi, IMI, dan Jujitsu sempat terlibat adu mulut dengan panitia terkait akses masuk.
  • Sebanyak 145 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Musorkotlub.
  • Polisi menyebut tata tertib dan mekanisme registrasi merupakan ranah internal panitia.

Blitar (beritajatim.com) – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar diwarnai kericuhan setelah tiga cabang olahraga (cabor), yakni Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Jujitsu, memprotes panitia saat hendak masuk ruang forum, Selasa (22/9/2026).

Protes tersebut memicu adu mulut dan kericuhan kecil di area lokasi kegiatan. Situasi sempat memanas, tetapi tidak sampai berkembang menjadi bentrokan fisik setelah berhasil diredam dan ketiga perwakilan cabor akhirnya diizinkan masuk ke ruang forum.

Insiden pembatasan akses tersebut diduga dipicu persoalan tata tertib (tatib) serta mekanisme registrasi yang diterapkan panitia penyelenggara.

Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Agus Tri, mengatakan pihak kepolisian telah bersiap melakukan pengamanan sejak menerima permohonan dari panitia penyelenggara.

“Untuk pengamanan, kami sudah menerima surat pemberitahuan dan permohonan bantuan pengamanan sejak kemarin siang. Berdasarkan surat tersebut, kami memberikan pelayanan pengamanan hingga kegiatan selesai,” ujar Kompol Agus Tri, Selasa (22/9/2026).

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat menerjunkan 145 personel gabungan dari berbagai instansi lintas sektor.

“Total ada 145 personel. Rinciannya terdiri atas 114 personel Polres Blitar Kota, delapan anggota TNI, 15 anggota Satpol PP, dan delapan petugas Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Menanggapi polemik penolakan tiga cabor di pintu masuk ruang acara, Kompol Agus Tri menegaskan aturan teknis serta mekanisme pelaksanaan Musorkotlub sepenuhnya merupakan ranah internal panitia. Kepolisian berfokus menjaga kondusivitas area dan tidak mencampuri urusan tata tertib organisasi.

“Mengenai tata tertib dan aturan masuk, seluruhnya tanggung jawab panitia. Kami hanya membackup agar tidak terjadi kericuhan. Tadi memang sempat hampir memanas, namun semua pihak bisa menahan diri sehingga forum kembali berjalan,” pungkasnya. [owi/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.