Ribuan Penari Matangkan Persiapan Gandrung Sewu 2026, Pertunjukan Perdana Digelar Malam Hari
Ringkasan Berita:
- Ribuan penari mengikuti latihan gabungan perdana Gandrung Sewu 2026 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, dengan tingkat kesiapan gerak dan pola tari mencapai sekitar 75 persen.
- Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo” dan untuk pertama kalinya digelar malam hari pada 24 Oktober di Pantai Boom Marina Banyuwangi.
- Pertunjukan tahun ini melibatkan penari dari berbagai daerah dan akan dilengkapi tata cahaya, atraksi drone, pesta kembang api, serta sejumlah pertunjukan pendukung.
Banyuwangi (beritajatim.com) — Jelang pelaksanaan Gandrung Sewu 2026, ribuan penari mulai mematangkan persiapan melalui latihan gabungan perdana di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (3/10/2026).
Latihan ini menjadi momentum untuk menyatukan gerak dan pola tari para peserta yang sebelumnya berlatih secara terpisah di daerah masing-masing.
Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo”, yang mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi. Atraksi kolosal tersebut akan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 24 Oktober 2026 mulai pukul 18.30 WIB.
Salah satu penari, Ardra Sachio Valerian Marenda, asal MTsN 1 Kota Malang, terlihat antusias mengikuti Gandrung Sewu untuk pertama kalinya. Ia mengaku terkesan melihat semangat para penari Banyuwangi meski menjalani latihan hingga malam hari.
“Saya takjub dengan ribuan penari Gandrung di sini. Meskipun berlatih sampai malam, namun masih sangat bersemangat. Keren,” kata Valerian.
Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, mengatakan latihan gabungan perdana berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, kesiapan para penari dalam menguasai pola dan gerakan tari telah mencapai sekitar 75 persen.
“Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi dan mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan,” kata Suko.
Menurutnya, Gandrung Sewu 2026 juga melibatkan peserta dari sejumlah daerah di luar Banyuwangi. Di antaranya dari Jakarta, Palembang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang, dan Blitar.
“Latihan gabungan ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing. Latihan gabungan akan kami gelar toap akhir pekan untuk mematangkan penari,” ujarnya.
Rangkaian Gandrung Sewu 2026 akan dimulai pada 22 Oktober dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk. Agenda berlanjut pada 23 Oktober dengan sajian Musik Jalanan dan Gandrung Terob.
Sementara pada 24 Oktober, rangkaian acara akan dimeriahkan Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, hingga pementasan utama Gandrung Sewu. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan konser musik.
Tahun ini, Gandrung Sewu untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari. Perubahan waktu tersebut akan menghadirkan pengalaman visual berbeda dengan dukungan tata cahaya, gerak ribuan penari, atraksi drone, serta berbagai pertunjukan pendukung lainnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan perubahan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus wisatawan.

“Setiap tahun kami berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam Gandrung Sewu. Tahun ini untuk pertama kalinya kita hadirkan pada malam hari. Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk mengaku, Gandrung Sewu 2026 mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini menghadirkan konsep baru berupa pertunjukan di suasana malam.
“Tradisi tidak harus diam di tempat. Tradisi bisa terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya. Esensi utama Gandrung Sewu tetap seni tari Gandrung itu sendiri, dengan gerak, irama, ekspresi, dan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur kita,” jelasnya.
Dengan latihan gabungan yang dilakukan secara rutin setiap akhir pekan, para penari diharapkan semakin siap menghadapi pementasan utama Gandrung Sewu 2026. Pergelaran tahun ini juga menjadi catatan baru karena untuk pertama kalinya atraksi kolosal tersebut digelar pada malam hari dengan perpaduan seni tradisi dan tata pertunjukan modern. [alr/suf]
Link informasi : Sumber