Persela Waspadai “Seni Comeback” yang Dimiliki RANS

0

Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan mewaspadai mental pantang menyerah RANS Nusantara FC menjelang pertemuan kedua tim pada pekan keenam Championship 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu mendatang.

RANS menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai setelah dua kali menunjukkan kemampuan bangkit dari ketertinggalan. Bahkan, tim berjuluk The Phoenix tersebut mampu menghindari kekalahan meski sempat tertinggal dengan selisih tiga gol.

Catatan pertama terjadi saat menghadapi Persiba Balikpapan. Sempat tertinggal dua gol, RANS mampu membalikkan keadaan dan menang 3-2 di kandang sendiri.

Mentalitas serupa kembali diperlihatkan saat bertandang ke markas De Red FC di Stadion 10 Nopember, Surabaya. RANS yang tertinggal tiga gol berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengakui RANS memiliki kualitas yang patut diperhitungkan, baik dari sisi materi pemain maupun kepemimpinan pelatih Kas Hartadi.

“Yang pasti RANS tim yang bagus. Materinya bagus, pelatihnya bagus juga. Saya pikir mereka punya kekuatan tersendiri. Oleh sebab itu, kita antisipasi kekurangannya bagaimana, kelebihannya juga bagaimana,” kata Bima, Kamis (15/10/2026).

Menurut Bima, Persela membutuhkan kerja keras dan konsistensi sepanjang pertandingan untuk bisa mengamankan kemenangan.

Terlebih, Laskar Joko Tingkir bertekad menebus kehilangan poin setelah hanya bermain imbang pada pertandingan sebelumnya melawan Deltras FC. “Yang pasti kita akan berjuang maksimal lagi untuk pertandingan melawan RANS. Karena kemarin sudah kehilangan poin di kandang, dapatannya satu poin. Yang pasti kita ingin mengganti poin kita di Malang nanti,” ujarnya.

Selain mewaspadai mentalitas lawan, Persela juga membenahi sejumlah aspek yang dinilai menjadi titik lemah, terutama dalam penyelesaian akhir.

Dalam sesi latihan, Bima memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan *finishing* para pemain depan. Latihan tersebut tidak hanya melibatkan striker, tetapi juga pemain sayap dan gelandang yang berpotensi menciptakan peluang maupun mencetak gol.

“Kita juga latihan banyak finishing. Finishing untuk striker, pemain-pemain sayap, gelandang juga. Oleh sebab itu, kita ulang-ulang lagi latihan finishing sehingga mereka bisa aplikasikan nanti di dalam pertandingan,” tuturnya. (fak/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.