Pertamina Dorong Sinergi Energi ASEAN untuk Perkuat Ketahanan Kawasan

0

Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kolaborasi strategis guna menjaga ketahanan energi regional. Sinergi regional ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan operasional dan biaya.

Selain menjaga keberlanjutan industri, kolaborasi ini diproyeksikan mampu menjaga pasokan energi kawasan tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Ajakan ini disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam pembukaan *51st ASEAN Council on Petroleum* (ASCOPE) di The Meru, Sanur, Bali.

Simon menekankan bahwa ketahanan energi harus melampaui kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini. Sistem energi harus mampu mendukung perekonomian dan menjamin ketersediaan energi bagi generasi mendatang secara berkelanjutan.

Dalam forum bertema *Strengthening Resilience Through Collaboration* tersebut, Simon mengusung konsep *Nusantara in Harmony*. Ia mengibaratkan kerja sama antarnegara ASEAN layaknya sebuah orkestra, di mana keberagaman kapasitas setiap negara menjadi instrumen yang saling melengkapi.

“Kekuatan kita bukan terletak pada upaya menjadikan setiap negara sama, melainkan pada kemampuan untuk mendorong setiap negara menyumbangkan keunggulan dan kapasitas uniknya demi mencapai tujuan bersama,” kata Simon.

Senada dengan hal tersebut, *ASCOPE Secretary in Charge* (ASIC), Henricus Herwin, menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan aset hulu minyak dan gas bumi (migas). Sektor hulu menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan produktivitas lapangan tua sekaligus menarik minat investasi eksplorasi baru.

Henricus menjelaskan bahwa forum *Exploration and Production Task Force* (EPTF) menjadi ruang berbagi data dan pengalaman teknis. Melalui kolaborasi ini, setiap anggota diharapkan mampu mengambil keputusan operasional yang lebih tepat terkait manajemen aset migas.

“Dengan berbagi bukti, data, dan pengalaman di lingkungan ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset masing-masing serta mengubah pengetahuan di tingkat regional menjadi hasil yang nyata,” ujar Henricus. (kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.