800 Personel di Malang Siaga Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Malang (beritajatim.com) – Sekitar 800 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang.
Kesiapan tersebut diwujudkan dengan digelarnya Apel Gelar Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi di Halaman Polres Malang pada Kamis (5/11/2026) sore.
Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengatakan, apel siaga bencana digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, hingga dukungan logistik apabila terjadi bencana.
Ia menambahkan perubahan cuaca dari musim kering menuju kondisi berangin kencang dan hujan yang memicu sejumlah kejadian bencana.
“Polres Malang beserta instansi-instansi terkait dan seluruh elemen melaksanakan siaga untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana yang ada, sehingga apabila terjadi bencana, kita tidak terdadak, termasuk bantuan-bantuan yang sifatnya logistik,” ujar Rulian.
Rulian menambahkan, sejumlah wilayah Kabupaten Malang telah mengalami bencana, mulai dari tanah longsor hingga kerusakan rumah dan sekolah akibat angin kencang. Personel disiapkan dengan sistem rayonisasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Personel dari Polres Malang sendiri sudah menyiapkan kurang lebih 800 orang. Tapi tidak terpusat, sifatnya rayonisasi. Ada utara, selatan, barat, dan timur. Jadi kita ambil personel yang paling dekat dari titik bencana,” tambahnya.
Polres Malang sementara memetakan lima titik rawan bencana. Rulian menjelaskan, pemetaan tersebut dapat berkembang seiring evaluasi dan upaya edukasi kepada masyarakat.
“Dengan adanya upaya edukasi kepada masyarakat dan upaya bersama, insyaallah akan kita tangani. Kita juga berdoa agar tidak terulang lagi bencana-bencana,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib menyampaikan, dalam tiga hari terakhir sejumlah bencana terjadi di Kabupaten Malang, terutama wilayah timur. Dampaknya antara lain genangan banjir yang merusak tanaman di beberapa lahan persawahan.
“Memang tiga hari terakhir ini banyak bencana di Kabupaten Malang, terutama di wilayah timur. Ada beberapa sawah yang tergenang banjir, tergenang air sehingga tanamannya rusak,” ujar Lathifah.
Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah maupun kepolisian secara sendiri-sendiri.
“Perlu dilakukan secara gotong-royong. Tidak mungkin Pemkab melaksanakan sendiri, Polres sendiri. Jadi kita harus bekerja sama, satu komando,” tegasnya.
Lathifah menyebut, anggaran tanggap bencana Kabupaten Malang dinilai cukup, meski dirinya belum mengetahui nilai pastinya. Adapun serapan anggaran pada tahun sebelumnya diperkirakan mencapai 80 hingga 85 persen.
“Insyaallah terus kita tingkatkan untuk anggaran tanggap bencana. Ini kan masih pembahasan untuk 2027,” tandasnya. (yog/ted)
Link informasi : Sumber