Wabup Mimik Idayana Dukung UMKM Sidoarjo Naik Kelas dan Masuk Pasar Lebih Luas
Ringkasan Berita:
- IWAPI Ranting Krian Sidoarjo melakukan audensi dengan Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana untuk mendorong UMKM menjadi supplier perusahaan besar.
- Pemkab Sidoarjo berkomitmen mendukung pemasaran produk UMKM agar bisa masuk hotel, perusahaan, supermarket, dan minimarket.
- Wabup Mimik mengajak UMKM memperkuat kolaborasi melalui koperasi atau komunitas usaha sebagai bagian dari program UMKM naik kelas.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Ranting Krian Sidoarjo mengunjungi rumah dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, Kamis (14/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka audensi untuk mendorong pemerintah menjadi jembatan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar bisa menjadi supplier perusahaan besar.
Ketua IWAPI Ranting Krian Sidoarjo, Endang Dariyanti, menyatakan bahwa UMKM di Sidoarjo memiliki potensi besar untuk berkembang dan masuk dalam rantai pasok industri maupun perusahaan besar.
“Kami ingin Pemerintah hadir menjadi jembatan antara pabrik besar dengan UMKM agar UMKM bisa menjadi supplier perusahaan besar. Selama ini kami juga terus berjuang untuk UMKM agar terus berkembang di kondisi ekonomi seperti saat ini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung pemasaran produk UMKM agar dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Pemerintah saat ini terus hadir dan berjuang bagaimana produk UMKM bisa masuk ke hotel, perusahaan, supermarket dan minimarket. Produk UMKM wajib dan harus bisa masuk. Bahkan hal ini juga masuk dalam program unggulan yaitu UMKM naik kelas,” tegasnya.
Wabup Mimik juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo tengah menampung berbagai masukan dari pengusaha wanita yang tergabung dalam IWAPI sebagai bahan penguatan kebijakan pemberdayaan UMKM. “Kami tampung berbagai permasalahan yang disampaikan para pengusaha wanita di IWAPI,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memperkuat kolaborasi melalui koperasi atau komunitas usaha yang sudah terbentuk.
“Semua UMKM harus guyub jadi satu. Saat ini sudah ada koperasi desa yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah bersama. Yang terpenting tetap sehat, terus berjuang dan ikhtiar karena pemerintah ke depan sudah memikirkan pengembangan UMKM,” tutupnya. [isa/suf]
Link informasi : Sumber