Garuda Indonesia Siapkan 49 Koper Cadangan untuk Ganti Milik Jemaah yang Rusak Berat
Jeddah (beritajatim.com) – Maskapai Garuda Indonesia menyerahkan 49 unit koper cadangan kepada Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara di Jeddah guna mengganti koper milik jemaah haji Indonesia yang mengalami kerusakan kategori berat selama masa operasional Haji 1447 H/2026 M. Penyerahan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen maskapai untuk menjamin kenyamanan logistik jemaah hingga kembali ke Tanah Air.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa puluhan koper tersebut telah diterima secara resmi oleh otoritas terkait di Jeddah pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini menjadi solusi cepat bagi jemaah yang barang bawaannya terganggu akibat mobilitas tinggi dari embarkasi menuju Arab Saudi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa koper pengganti ini difokuskan bagi jemaah yang kopernya sudah tidak layak pakai atau rusak parah. “Tadi maskapai Garuda telah menyerahkan koper sejumlah 49 unit ya. Koper ini merupakan koper cadangan bagi jemaah haji yang kopernya kategori rusak berat,” ujar Abdul Basir di Jeddah.
Jemaah haji asal Jawa Timur maupun wilayah lain yang mengalami kerusakan koper tidak perlu khawatir. Abdul Basir memaparkan bahwa proses penggantian akan dilakukan melalui koordinasi berjenjang di Makkah atau Madinah. Pemberian koper baru tersebut direncanakan terlaksana menjelang jadwal kepulangan jemaah.
“Prosesnya mereka (jemaah) mengajukan laporan kerusakan koper mungkin disertai dengan foto ke ketua kloter. Nanti ketua kloter melaporkan ke kasektor, kadaker, nanti berikutnya dari kadaker akan melakukan asesmen apakah koper jemaah yang dilaporkan rusak itu layak diganti atau tidak,” kata Basir.
Tim PPIH akan memantau apakah stok koper cadangan ini mencukupi kebutuhan di lapangan. Jika ditemukan jumlah kerusakan yang melebihi kuota tersedia, pihak otoritas akan segera berkomunikasi kembali dengan maskapai untuk opsi penambahan stok.
Selain Garuda Indonesia, maskapai Saudia Airlines juga telah menyerahkan sekitar 30 unit koper cadangan di Madinah beberapa waktu lalu. Pihak Saudia menyatakan kesiapannya untuk menambah suplai jika permintaan di lapangan terus meningkat selama masa operasional.
“Saudi air itu kisarannya 30-an (koper) tapi komitmennya akan ditambah jika nanti dibutuhkan,” ucap Basir menambahkan.
General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, mengakui bahwa faktor teknis di lapangan kerap menjadi penyebab kerusakan koper jemaah. Berdasarkan laporan yang masuk, kerusakan sering kali terjadi pada bagian-bagian vital koper yang mengganggu fungsinya.
“Harapan kami 49 koper ini bisa menggantikan koper-koper yang rusak atau sebagainya,” kata Nano Setiawan. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber