Maju Calon Ketua DPW APBMI Jatim, Capt. Hery Siap Bentuk Tim untuk Genjot Produktivitas Pelabuhan

0

Ringkasan Berita

* Capt. Hery Siswanto resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua DPW APBMI Jawa Timur periode 2026-2031 di Hotel Elmi Surabaya pada 21 Mei 2026.

* Fokus utamanya adalah menjalankan amanat UU Nomor 66 Tahun 2024 pasal 90 a melalui kolaborasi solid antara PBM swasta dengan BUP Pelindo di sektor multipurpose dan general cargo.

* Capt. Hery berencana membentuk tim verifikasi operasional untuk menyinkronkan kebutuhan buruh, alat, dan truk angkutan demi menggenjot produktivitas sekaligus mencegah perang tarif antar-anggota.

———————————————-

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Provinsi Jawa Timur periode 2026-2031, Capt. Hery Siswanto resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Bakal Ketua. Melalui momentum ini, Capt. Hery mengusung visi besar untuk memperkuat eksistensi Perusahaan Bongkar Muat (PBM) swasta di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam menghadapi regulasi baru perpelabuhan.

Fokus utama yang diusung oleh Capt. Hery adalah menyikapi pemberlakuan Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024, khususnya pasal 90 a. Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa PBM harus bermitra dan berkolaborasi secara erat dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang memiliki konsesi dari pemerintah, dalam hal ini seperti PT Pelindo.

Tiga Upaya Strategis Capt. Hery Siswanto

Untuk mewujudkan tata kelola bisnis bongkar muat yang sehat dan profesional di Jawa Timur, Capt. Hery menitikberatkan fokus usahanya pada tiga langkah konkret:

1. Pembentukan Tim Pengelola dan Verifikasi Bersama

Capt. Hery berencana membentuk sebuah tim khusus di dalam institusi DPW APBMI Jawa Timur. Tim ini akan berfungsi sebagai wadah untuk melakukan verifikasi detail terhadap kesiapan operasional setiap PBM sebelum kapal bersandar. Langkah ini diambil untuk mengakhiri praktik persaingan tidak sehat seperti aksi saling menjatuhkan tarif di lapangan.

2. Sinkronisasi Rantai Pasok Operasional (Supply Chain)

Guna menggenjot produktivitas pelabuhan, tim baru ini nantinya akan memastikan koordinasi bisnis (B2B) dengan Pelindo berjalan presisi. Evaluasi berkala akan dilakukan mulai dari kesiapan jumlah geng buruh, ketersediaan alat mekanis, hingga kecukupan armada truk angkutan (tracking) agar tidak terjadi kemacetan logistik yang dapat menurunkan produktivitas bongkar muat.

3. Penguatan Sinergi Berdasarkan Regulasi Pemerintah

Heri menegaskan pentingnya menempatkan BUP Pelindo sebagai regulator dan PBM swasta sebagai operator yang solid di sektor general cargo dan multipurpose. Capt. Hery menilai, potensi wilayah Jawa Timur sangat masif dengan pertumbuhan pabrik baru yang pesat, sehingga kapasitas bongkar muat komoditas interinsuler maupun impor harus dikelola secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita harus mengatur produktivitasnya. Jika produktivitas kurang, tentu Pelindo akan mengambil sikap selaku regulator. Maka kita sebagai operator harus menyikapi ini dengan kerja sama yang solid antar-PBM,” ujar Capt. Hery Siswanto dalam konferensi pers di Hotel Elmi Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Jelang Pemilihan, Para Anggota APBMI Jatim Mulai Mempertanyakan Hak Suaranya

Kendati program kerja yang ditawarkan mendapat respons positif, iklim menjelang Muswil APBMI Jatim yang dilaksanakan pada 26 Mei 2026 mendatang terlihat sedikit memanas. Mengingat hingga kini Hery sendiri, mengaku belum mendapatkan prasyarat pendaftaran sebagai calon ketua APBMI Jatim.

Sementara itu di DPC APBMI Gresik juga mempertanyakan surat pemberitahuan yang dilayangkan panitia terkait siapa saja yang akan memiliki hak suara.

“Kami masih akan bersurat kepada DPP APBMI di Jakarta terkait beredarnya surat bahwa pemilih Ketua APBMI Jatim hanya untuk Perusahan Bongkar Muat (PBM) yang berbasis di Tanjung Perak, Surabaya saja (sekitar 66 suara). Padahal, total anggota DPW APBMI Jawa Timur tercatat mencapai 117 PBM yang tersebar di berbagai daerah, seperti DPC Gresik, Lamongan, Tuban, Probolinggo, hingga Banyuwangi,” ujar Zulkifli, Ketua DPC APBMI Gresik, saat ditemui ditempat yang sama dengan Hery.

Zulkifli mengaku pihaknya hanya ingin kepastian hak suara dari DPP APBMI sebagai pembuat kebijakan organisasi.

“Apapun nanti keputusan DPP APBMI tentunya akan sangat kami hargai,” tandasnya.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.