TPID Sumenep Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Iduladha, Warga Diminta Tak Panic Buying

0

Ringkasan Berita:

  • TPID Sumenep melakukan pengecekan harga dan stok sembako di Pasar Anom.
  • Stok kebutuhan pokok jelang Iduladha dipastikan aman.
  • Harga cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan.
  • Pedagang Minyakita diminta tetap menjual sesuai HET pemerintah.

Sumenep (beritajatim.com) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep turun langsung ke Pasar Anom yang menjadi pasar induk di wilayah setempat untuk memantau harga dan stok bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.

Sekretaris TPID Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, mengatakan pengecekan dilakukan guna memastikan ketersediaan sembako tetap aman dan masyarakat tidak perlu khawatir.

“Dari hasil pengecekan tadi, kami pastikan bahwa stok sembako jelang Iduladha di Sumenep aman. Jadi masyarakat tidak perlu resah. Jangan panic buying. Berbelanjalah dengan bijak, sesuai kebutuhan,” katanya, Jumat (22/5/2026).

Dari hasil pemantauan di lapangan, TPID menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit dan bawang merah.

Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Menurut Dadang, bawang merah yang beredar di Pasar Anom sebagian besar didatangkan dari Probolinggo karena produksi bawang merah lokal masih belum memasuki masa panen.

“Bawang merah sebelumnya Rp45 ribu. Ngambilnya dari Probolinggo. Kalau yang lokal masih belum panen,” terangnya.

Selain memantau harga sembako, TPID juga melakukan pengawasan terhadap penjualan Minyakita yang disalurkan melalui Bulog.

Para pedagang diminta tetap menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Dadang menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi bertahap apabila ditemukan pedagang yang menjual Minyakita di atas harga HET.

“Kalau ada pedagang yang menjual dengan harga di atas HET, maka akan kami kenakan sanksi bertahap. Tapi ini tadi semua pedagang menjual Minyakita yang dari Bulog sesuai HET,” pungkasnya. [tem/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.