Dokter Ni Njoman Juliasih Luncurkan Buku Memoar tentang Makna Hidup dan Kesepian
Ringkasan Berita:
- Dokter Ni Njoman Juliasih meluncurkan buku memoar berjudul Julie, Memoir of a Journey.
- Buku tersebut mengangkat refleksi hidup dan perjalanan batin di tengah rutinitas.
- Proses penulisan memoar berlangsung selama satu tahun.
- Karya itu disebut menghadirkan perspektif personal yang jarang ditulis akademisi medis.
Surabaya (beritajatim.com) – Ni Njoman Juliasih meluncurkan buku memoar berjudul Julie, Memoir of a Journey untuk membagikan refleksi kehidupan batin di tengah rutinitas.
Buku tersebut mengisahkan perjalanan sisi humanis seorang akademisi medis dalam menemukan makna hidup.
Proses penulisan karya perdana itu disebut menghabiskan waktu selama satu tahun.
Juliasih menceritakan, ia mulai menulis memoar ketika memasuki usia 60 tahun. Keputusan tersebut diambil saat aktivitas mengajar mulai longgar dan anak-anaknya telah hidup mandiri di luar negeri.
“Menulis membuat pikiran saya tetap aktif dan membantu saya terhindar dari rasa sepi,” kata Juliasih saat peluncuran buku di Hotel Mercure Grand Mirama, Sabtu (23/5/2026).
Mantan pimpinan rumah sakit itu mengaku sempat merasakan ruang kosong ketika anak-anaknya mulai tinggal di luar negeri.
Kesepian tersebut kemudian menjadi dorongan untuk melahirkan karya tulis yang merekam perjalanan hidupnya.
“Ketika saya tidak sepi, saya tidak terpikir menulis buku. Jadi ini suatu keajaiban kecil dalam hidup saya,” ucap dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra tersebut.
Sementara itu, penyunting naskah dari Padmedia Publisher, Wina Bojonegoro menilai karya tersebut tergolong langka.
Menurutnya, tidak banyak praktisi dunia kesehatan yang tertarik mendokumentasikan perjalanan personal melalui tulisan memoar.
“Buku ini menjadi sesuatu yang istimewa karena menghadirkan perspektif personal dari seorang akademisi medis,” tutur Wina.
Ia meyakini kisah yang tertuang dalam buku tersebut mampu memberikan motivasi bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang mulai merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari.
“Kami percaya buku ini dapat menginspirasi siapa saja yang mulai merasa jenuh dengan rutinitas,” kata Wina.
Juliasih sendiri kini memilih profesi pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sebagai tempat pengabdian terakhirnya.
Berbagai pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun di dunia medis kini dibagikan langsung kepada para mahasiswa melalui proses pembelajaran di kampus. [ipl/beq]
Link informasi : Sumber