Puncak Haji: Wartawan beritajatim.com Laporan dari Jantung Arab Saudi
Makkah (beritajatim.com) – Di balik deretan laporan mendalam tentang penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026, ada satu nama yang konsisten muncul dari jantung Arab Saudi – Muhammad Isnan, wartawan beritajatim.com yang dipercaya bergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia.
Dari Kediri ke Tanah Suci
Isnan asal Kediri dan selama ini menggawangi konten kreator. Ia merupakan bagian dari redaksi beritajatim.com, media online berbasis Surabaya yang selama ini dikenal fokus pada pemberitaan wilayah Jawa Timur dengan menjunjung tinggi akurasi, disiplin verifikasi, dan independensi editorial.
Kepercayaan untuk bergabung dalam MCH Kemenhaj RI menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya menempatkannya sebagai salah satu dari segelintir jurnalis daerah yang meliput langsung dari garis terdepan penyelenggaraan haji Indonesia di Arab Saudi.
Satu Bulan Merekam Wajah Haji Indonesia
Sejak memasuki hari-hari awal masa operasional haji 2026, Isnan telah aktif melaporkan langsung dari Arab Saudi, menyusuri berbagai sudut pelayanan jemaah – dari Madinah hingga Makkah.
Liputan Isnan tidak sekadar mengikuti agenda resmi pemerintah. Ia hadir di mana berita sungguh-sungguh terjadi:
Ia melaporkan proses pergeseran besar-besaran jemaah dari Madinah menuju Makkah, termasuk dinamika di balik tugas petugas PPIH yang harus membagi konsentrasi antara menyambut kedatangan dan melepas keberangkatan jemaah secara bersamaan.
Isnan meliput peninjauan kelayakan hotel di Makkah oleh Komnas Disabilitas dan Kemenhaj, sebuah momen krusial yang menyentuh nasib jemaah rentan, termasuk rombongan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur yang harus beradaptasi menghadapi suhu ekstrem hingga 44 derajat Celsius.
Ia mewawancarai langsung Musyrif Dini Kemenhaj, Buya Gusrijal Gazahar di Sektor 6 wilayah Jarwal, Makkah, untuk menggali kepastian hukum syarak tentang skema Armuzna bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi.
Isnan juga meliput peristiwa menyayat hati — ditemukannya jemaah haji yang sempat hilang kontak di Makkah dalam kondisi wafat, sebuah laporan yang menuntut kepekaan dan tanggung jawab jurnalistik tinggi.
Ia hadir di lobi hotel pemondokan Kloter SUB 112 untuk merekam kisah Mbah Marsiah, jemaah haji tertua berusia 104 tahun dari Embarkasi Surabaya, yang dengan penuh haru menyampaikan kebahagiaan mewujudkan impian panjangnya menyempurnakan rukun Islam kelima.
Lebih dari Sekadar Meliput
Menjadi bagian dari MCH PPIH Arab Saudi 2026 ternyata bukan sekadar urusan memproduksi narasi atau mengejar tayang. Di Kota Madinah, tugas meliput dan melayani adalah dua sisi mata uang yang mustahil dipisahkan.
Isnan pun merekam dan menulis tentang kenyataan itu – bagaimana para jurnalis rekan-rekannya sesama MCH juga kerap bertransformasi menjadi pelayan bagi para tamu Allah di sela-sela tugas peliputan mereka.
Inisial [ian/MCH] yang selalu tertera di ujung setiap laporannya bukan sekadar tanda tangan redaksional — ia adalah identitas seorang jurnalis yang memilih hadir langsung, mendekat ke jemaah, dan memastikan suara dari Tanah Suci sampai ke khalayak di tanah air.
Jejak Digital yang Bermakna
Selama hampir sebulan penuh bertugas, Muhammad Isnan telah menghasilkan puluhan laporan yang mencakup isu pelayanan, fiqih ibadah, teknologi pengelolaan jemaah, haji inklusif untuk disabilitas, hingga kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh.
Karyanya menjadi jendela bagi jutaan pembaca di Indonesia untuk menyaksikan bagaimana negara hadir menemani ratusan ribu warganya menunaikan panggilan Allah di Makkah dan Madinah.
Di tengah cuaca yang menyengat dan ritme kerja yang padat tanpa hari libur, Muhammad Isnan terus menulis – karena di balik setiap berita yang ia kirim, ada keluarga jemaah di kampung halaman yang menanti kabar. (ted)
Link informasi : Sumber