Alhamdulillah 2026: Merayakan Akhir Musim Tanpa Gelar Juara (Lagi)
Alhamdulillah 2026.
Persebaya kembali merayakan akhir musim kompetisi sepak bola nasional tanpa gelar juara. Namun banyak hal yang bisa dicatat dan disyukuri dari perjalanan Persebaya dalam kompetisi Super League 2025-26.
Di tengah nyala suar dan kelap-kelip cahaya lampu ponsel milik 26.870 orang penonton yang memadati Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026), Lima gol tanpa balas ke gawang Persik Kediri menyempurnakan akhie musim ini.
Setelah Malik Risaldi membuka pesta gol pada menit 13, Bruno Moreira menyusulnya dengan gol di menit 45 dan 89. Kemudian Gustavo Fernandes mencetak gol perdananya di Persebaya pada menit 65, dan gol Bruno Paraiba pada menit 80.
Inilah untuk kali pertama sejak kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional pada 2018, Persebaya tidak terkalahkan dalam enam pertandingan pamungkas. Persebaya mencatatkan 22 gol tanpa balas: 2-0 di kandang Malut United, 4-0 di kandang Arema, 4-0 atas PSBS Biak di Surabaya, 0-0 di kandang Persis Solo, 7-0 saat melawat ke kandang Semen Padang, dan 5-0 atas Persik di hadapan publik GBT.
Persebaya memang berada di peringkat keempat klasemen akhir sebagaimana musim 2024-25. Namun produktivitas anak-anak asuh Bruno Tavares ini tertinggi sejak 2018 dengan 61 gol.
Jumlah kebobolan mereka pun lebih minim dibandingkan lima musim terdahulu, yakni 35 gol. Jumlah ini sama seperti jumlah kebobolan pada musim 2021-22.
Capaian 58 poin di akhir musim 2025-26 juga lebih baik dibandingkan musim 2024-25 (56 poin), musim 2023-24 (42 poin), musim 2022-23 (52 poin), musim 2019 (54 poin), dan musim 2018 (50 poin). Poin tertinggi Persebaya adalah 63 poin pada musim 2021-22.
Dari 16 pemain yang mencetak gol musim ini, 10 orang di antaranya adalah pemain asing. Gelandang asal Meksiko Francisco Rivera menjadi pemain yang paling produktif mencetak gol dan assist, masing-masing 13 gol dan 10 assist.
Diikuti pemain sayap asal Brasil, Bruno Moreira, dengan 12 gol dna 8 assist. Pemain sayap asal Timor Leste, Gali Freitas, mencetak 6 gol dan 7 assist. Disusul striker Mihailo Perovic yang mencetak 6 gol dan 1 assist.
Dari aspek menit bermain pun, terlihat jelas dominannya andil pemain asing dalam skuat Persebaya 2025-26. Dari sebelas pemain yang memiliki menit bermain paling banyak, delapan orang di antaranya adalah pemain impor. Kita bisa melihat komposisi pemain Persebaya musim ini dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-1-3.
Ernando Ari; Kiper 2.160 menit
Jefferson; Bek-Kiri 1.530 menit
Arief Catur; Bek-Kanan 2.545 menit
Risto Mitrevski; Bek-Tengah 2.160 menit
Léo Lelis; Bek-Tengah 1.496 menit
Francisco Rivera; Gel. Serang 2.663 menit
Milos Raickovic; Gel. Tengah 2.618 menit
Toni Firmansyah; Gel. Tengah 1.905 menit
Bruno Moreira; Sayap Kiri 2.350 menit
Mihailo Perovic; Depan-Tengah 1.737 menit
Gali Freitas; Sayap Kiri/kanan 1.803 menit
Dengan catatan mencetak 61 gol dan kebobolan 35 gol dalam 34 pertandingan, pelatih asal Portugal, Bruno Tavares, masih membutuhkan tambahan pemain predator, terutama dari lokal. Catatan gol dan assist pemain lokal Persebaya memang jauh dari mengesankan.
Pemain yang paling banyak terlibat dalam mencetak gol adalah bek kanan berusia 26 tahun, Arief Catur Pamungkas, dengan 2 gol dan 4 assist. Disusul pemain sayap Malik Risaldi dengan 2 gol dan 3 assist.
Pemain sayap Riyan Ardiansyah mencatatkan 1 gol dan 1 assist, disusul bek kiri Mikael Tata dengan 1 gol dan 1 assist, winger asal Ternate Alfan Suaib dengan 1 gol, gelandang bertahan Rachmat Irianto 1 gol, dan gelandang Toni Firmansyah dengan 1 assist.
Jika rumor masuknya stiker tim nasional Ramadhan Sananta dan kembalinya ‘si anak bandel’ Marselino Ferdinand benar, maka Tavares akan mendapatkan suntikan pemain lokal yang dibutuhkan.
Namun Tavares punya pekerjaan rumah untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka, setelah perantauan di luar negeri yang tak sesuai harapan. Sananta yang bermain selama 1,389 menit untuk Brunei DPMM FC dalam Malaysia Super League musim 2025-26, hanya memproduksi dua gol dan satu assist.
Catatan ini jauh di bawah penampilan Sananta saat membela Persis Solo dan PSM Makassar. Selama 3.095 menit bermain untuk Persis, dia mencetak 13 gol dan 3 assist. Ketajamannya tak turun saat membela PSM Makassar. Selama 1.190 menit, dia menyumbangkan 11 gol dn 2 assist.
Catatan Marselino Ferdinand lebih menyedihkan lagi. Pemain berusia 21 tahun itu tidak banyak bermain selama berpindah-pindah klub di Eropa, mulai dari KMSK Deinze, Oxford United, hingga AS Trencin). Berdasarkan data Transfermarkt, sejak musim 2022-23 hingga 2025-26, dia hanya merasakan rumput hijau selama 218 menit dan hanya mencetak satu gol.
Jika bisa kembali ke peforma semula, Sananta dan Marselino akan menjadi opsi menarik untuk membongkar pertahanan lawan senyampang Mihailo Perovic tak bisa banyak diharapkan. Musim ini pemain asal Montenegro itu hanya mencetak 6 gol dan 1 assist dalam dalam 1,737 menit. Bonek sudah berkali-kali meminta manajemen mendepaknya. Namun belum ada kabar resmi apakah desakan itu dikabulkan.
Justru manajemen Persebaya melepas Bruno Paraiba, gelandang asal Brasil, yang membuat catatan impresif dengan mencetak 5 gol dan 2 assist kendati hanya tampil 328 menit. Dia mencetak rata-rata satu gol setiap 66 menit jauh lebih bagus daripada Bruno Moreira (196 menit per gol) dan Francisco Rivera (205 menit per gol).
Catatan cedera panjang membuat Paraiba tak bisa dipertahankan kendati selalu menuai pujian setiap kali tampil. Jika ada sebutan supersub sejati musim ini, Paraiba layak menyandangnya.
Persebaya tentu akan berburu pemain impor lain yang bisa diandalkan menjebol gawang lawan. Kali ini pencarian itu harus dilakukan benar-benar dan bukan seperti membeli kucing dalam karung, memilih hanya berdasarkan rekaman video di YouTube. Sejumlah kesalahan dan kegagalan dalam merekrut pemain tidak boleh terulang.
Tentu tidak perlu diingatkan: 18 Juni 2027 adalah perayaan seratus tahun usia Persebaya. Inilah momentum yang paling tepat untuk mengakhiri paceklik juara nasional sejak 2004.
Persebaya menunjukkan tren bagus. Maka semua harus bersungguh-sungguh, jika ingin kalimat doa dan harapan yang tefcetak di kaos yang dikenakan Bruno Tavares dan Presiden Persebaya Azrul Ananda, Sabtu lalu, itu terwujud:
Bismillah 2027.
Oryza A. Wirawan,
Jurnalis Senior beritajatim.com, pegiat Bonek Writer Forum.
Link informasi : Sumber