Kemenhaj Badalkan Jemaah Haji Wafat Secara Gratis, Termasuk Almarhum Firdaus
RINGKASAN BERITA:
- Kemenhaj RI memastikan hak ibadah almarhum Muhammad Firdaus Akhlan dari kloter JKG 27 ditunaikan melalui skema badal haji gratis.
- Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Bandara Hj. Anis Diyah Puspita ditunjuk langsung menjadi pembadal haji bagi almarhum.
- Pemerintah Arab Saudi dan Kemenhaj akan menerbitkan sertifikat badal haji resmi sebagai bukti otentik bagi keluarga di tanah air.
- Bidang Bimbingan Ibadah mengimbau jemaah haji Indonesia memperketat proteksi diri dan tidak bepergian sendirian di tengah cuaca ekstrem.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menjamin seluruh hak ibadah jemaah haji Indonesia yang dinyatakan wafat sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan ditunaikan secara mutlak melalui skema badal haji pemerintah. Fasilitas pelindungan ibadah tersebut dipastikan berjalan secara profesional, sah menurut hukum fikih Islam, serta tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.
Kepastian hukum dan operasional bimbingan ibadah ini salah satunya direalisasikan bagi hak spiritual almarhum Bapak Muhammad Firdaus Akhlan, jemaah asal Kelompok Terbang (Kloter) JKG 27. Almarhum yang sempat dilaporkan terpisah dari rombongan tersebut dikonfirmasi telah ditemukan oleh tim perlindungan jemaah dalam kondisi meninggal dunia di Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji Center (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Sabtu (30/5/2026), penunjukan petugas pembadal haji untuk almarhum dilakukan secara ketat melalui verifikasi syariat di tingkat daerah kerja. Langkah ini diambil guna memberikan garansi bahwa petugas yang mengemban amanah memiliki pemahaman fiqih haji yang matang.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Kasi Bimbad) Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Hj. Anis Diyah Puspita, menjelaskan bahwa komitmen pemenuhan hak ibadah bagi jemaah yang wafat sebelum Armuzna merupakan amanat regulasi yang wajib dieksekusi negara.
“Sesuai komitmen dan regulasi Kemenhaj, jemaah yang wafat sebelum wukuf akan dibadalhajikan oleh pemerintah. Statusnya gratis atau tidak dipungut biaya apa pun,” tegas Anis saat ditemui tim Media Center Haji di Makkah.
Ikrar Niat di Miqat dan Penerbitan Dokumen Otentik
Amanah mulia sebagai eksekutor pembadal haji untuk almarhum Muhammad Firdaus Akhlan dijatuhkan langsung oleh pimpinan daker kepada Hj. Anis Diyah Puspita secara personal. Dirinya memastikan bahwa seluruh rukun awal pembadalan telah digulirkan secara sah sejak melintasi titik batas wilayah suci.
Menurutnya, amanah dan tugas mulia sebagai pembadal haji tersebut dijatuhkan kepada dirinya sendiri atas penunjukan langsung oleh pimpinan daker. Niat badal haji ini diklaim sudah sah dan resmi diikrarkan di miqat dengan mengatasnamakan almarhum Muhammad Firdaus Akhlan bin nama ayahnya.
Guna memberikan kepastian hukum bagi ahli waris di tanah air, Kemenhaj menerapkan sistem pencatatan administrasi perhajian yang terstruktur dan rapi. Setelah seluruh rangkaian operasional Armuzna rampung, pemerintah akan memproses penerbitan dokumen sertifikasi resmi sebagai pembuktian otentik.
Anis memaparkan bahwa setelah seluruh rangkaian puncak haji di Armuzna selesai dilaksanakan, pihak Kemenhaj akan menerbitkan sertifikat badal haji resmi. Sertifikat tersebut nantinya akan diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga almarhum, dalam hal ini istri beliau yang saat ini masih mendampingi di Makkah, ataupun melalui kloter untuk dibawa ke tanah air.
Merespons adanya dinamika jemaah yang sempat terpisah dari kloter, Bidang Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi mengeluarkan maklumat peringatan keras kepada seluruh jemaah haji reguler yang saat ini masih terkonsentrasi di Kota Makkah. Jemaah diminta realistis dan tidak menyepelekan fluktuasi cuaca panas bumi Arab Saudi yang sangat ekstrem.
Sistem pengawasan melekat antarjemaah di dalam satu rombongan wajib diaktifkan kembali secara disiplin guna mencegah potensi jemaah tersesat atau mengalami disorientasi arah di sekitar area Masjidilharam. Keselamatan fisik harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas ambisi mengejar ibadah sunah yang berlebihan.
“Mengingat cuaca ekstrem yang sangat menguras energi, mohon jemaah saling menjaga di dalam rombongannya. Jangan bepergian sendirian dan selalu bawa kartu identitas,” tutur Anis menaruh perhatian tinggi pada aspek pelindungan jemaah.
Menutup keterangannya, Kasi Bimbad daker bandara tersebut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam. Ia berharap pihak keluarga, terutama istri almarhum, diberikan ketabahan dan keikhlasan yang luar biasa atas ujian terpisahnya almarhum.
“Insyaallah, amanah badal haji ini kami jalankan dengan penuh tanggung jawab dan khusyuk. Kami berharap almarhum meraih pahala haji yang murni,” pungkas Anis. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber