Beginilah Nasib Barang Bawaan Jemaah Haji yang Dibongkar Akibat Over Kapasitas
RINGKASAN BERITA:
Otoritas maskapai memastikan seluruh air zamzam yang diselundupkan di dalam koper akan disita dan dimusnahkan massal.
Barang bawaan yang dibongkar akibat over kapasitas akan diserahkan ke tim Linjam Kemenhaj untuk ditransfer kembali jika memungkinkan.
Pemindaian mesin X-ray bandara dijamin tetap mampu mendeteksi botol zamzam kecil meskipun sudah dibungkus lakban tebal.
Aturan kaku batas bagasi bagasi pesawat dikunci maksimal 32 kilogram dan koper kabin dilarang melebihi 7 kilogram.
Makkah (beritajatim.com) – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia secara terbuka membeberkan nasib barang bawaan, oleh-oleh, hingga air zamzam ilegal milik jemaah haji Indonesia yang terpaksa dibongkar akibat melebihi kapasitas standar maupun tidak lolos pemindaian mesin X-ray bandara.
Seluruh barang sitaan tersebut dipastikan akan menghadapi dua konsekuensi logistik, yakni pemusnahan total di tempat atau diserahkan ke pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Penegakan hukum keselamatan kargo udara ini diberlakukan tanpa toleransi guna mengantisipasi risiko berat pesawat yang tidak seimbang menjelang fase pemulangan gelombang pertama. Kemenhaj meminta jemaah bersikap realistis dan tidak nekat mengelabui petugas demi meloloskan muatan tambahan ke dalam lambung maskapai komersial.
“Kami [maskspai] punya ketentuan berat koper bagasi maksimal 32 kg,” tegas Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, saat ditemui di Hotel Manar Al Bait, Syishah, Makkah, Senin (1/6/2026).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Senin (1/6/2026), fenomena pembongkaran koper ini mulai marak terjadi pada sela-sela proses penimbangan harian di hotel pemondokan. Petugas di lapangan kerap mendeteksi siasat jemaah haji reguler yang memaksakan volume belanjaan mereka masuk ke dalam satu kompartemen tas.
Sanksi Pemusnahan Mutlak Air Zamzam yang Nekat Dilakban
Norman menjelaskan, untuk komoditas air zamzam yang diselundupkan secara sembunyi-sembunyi di dalam koper, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan instruksi penindakan yang sangat kaku.
Berdasarkan nota diplomatik terbaru, seluruh cairan zamzam yang kedapatan terselip di dalam tas akan langsung dibuang dan dihancurkan oleh pihak keamanan bandara tanpa ada opsi pengembalian.
Petugas mendeteksi bahwa jemaah sering kali mencoba mengakali pemeriksaan dengan cara memasukkan air suci tersebut ke dalam botol-botol kecil, lalu dibungkus lakban secara berlapis.
Namun, Norman menjamin trik konvensional tersebut akan sia-sia karena kecanggihan sensor mesin X-ray di terminal hulu dipastikan mampu menembus lapisan pelindung tersebut.
“Untuk zamzam saat ini, permintaan dari Kerajaan Arab Saudi, zamzam memang nantinya akan dimusnahkan,” jabar Norman mengingatkan jemaah agar menghentikan tindakan spekulatif yang dapat merugikan diri sendiri.
Mekanisme Pengembalian Barang Melalui Sektor Linjam Kemenhaj
Di samping sanksi pemusnahan air zamzam, Norman merinci skenario penanganan bagi barang-barang umum non-cair yang terpaksa dikeluarkan dari koper akibat kelebihan berat di atas 32 kg atau koper kabin di atas 7 kg. Benda-benda seperti pakaian, suvenir, hingga mainan anak akan dikumpulkan secara terpusat oleh pihak maskapai nasional.
Seluruh logistik sitaan non-berbahaya tersebut nantinya akan diserahterimakan kepada unit Perlindungan Jemaah (Linjam) serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Makkah yang bertugas di klaster pemondokan.
“Jika dimungkinkan untuk dikembalikan kepada jemaah, silakan, tapi kami jelas akan kumpulkan itu,” kata Norman mengenai komitmen koordinasi antarlembaga tersebut.
Norman meminta kerja sama kolektif dari para ketua kloter untuk kembali mendisiplinkan jemaah haji reguler agar mematuhi aturan penerbangan sipil internasional.
Selain memicu hambatan antrean koper di bandara Jeddah, keberadaan barang-barang terlarang seperti aerosol, senjata mainan, dan korek api gas dinilai membahayakan keselamatan jiwa seluruh penumpang di atas pesawat. [ian/MCH]
Link informasi : Sumber