Gubernur Khofifah Dukung Pelestarian Situs Sejarah dan Wisata Edukasi Majapahit di Jawa Timur

0

Ringkasan Berita:

  • Gubernur Khofifah dan Bambang Sulistomo membahas pelestarian situs sejarah serta pengembangan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit di Jawa Timur.
  • Khofifah menekankan pentingnya wisata edukasi sejarah dan kepahlawanan untuk menanamkan nilai kebangsaan dan karakter generasi muda.
  • Bambang Sulistomo mendorong sinergi antara pemerintah, sejarawan, dan masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan warisan peradaban Majapahit dan jejak perjuangan pahlawan.

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pertemuan ini membahas upaya pelestarian situs-situs bersejarah sekaligus pengembangan wisata edukasi Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit dan jejak kepahlawanan di Jawa Timur.

Menanggapi gagasan tersebut, Gubernur Khofifah menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif yang digagas Bambang Sulistomo bersama para sejarawan dari Yayasan Soerjo Modjopahit. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa melalui pelestarian warisan sejarah yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit akan mengenalkan kepada dunia kebesaran Kerajaan Majapahit. “Jawa Timur memiliki banyak situs dan peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan panjang peradaban bangsa. Warisan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Gubernur Khofifah menambahkan, nilai-nilai luhur peradaban Majapahit perlu terus dihidupkan melalui pelestarian jejak sejarah dan pengembangan wisata edukasi, termasuk mendorong pembangunan kawasan peninggalan Majapahit di Mojokerto sebagai destinasi wisata edukasi sejarah yang terintegrasi.

Selain itu, pengembangan wisata sejarah dan wisata kepahlawanan di Kota Surabaya juga dinilai penting. Jejak perjuangan tokoh bangsa seperti Bung Karno dan Bung Tomo dianggap sebagai aset edukasi kebangsaan bagi generasi muda.

“Setiap rangkaian peringatan Hari Pahlawan dapat diisi dengan kegiatan wisata sejarah maupun wisata kepahlawanan. Dengan demikian, memori kolektif tentang jejak dan perjuangan para pahlawan akan terus tertanam di hati generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Khofifah juga mengenang pengalamannya saat menjabat Menteri Sosial RI, yang menekankan pentingnya perawatan taman makam pahlawan sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang bangsa.

Ia menegaskan, penghormatan kepada pahlawan harus diwujudkan melalui upaya nyata menjaga dan merawat warisan sejarah sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan nasionalisme.

Sementara itu, Bambang Sulistomo menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan membangun sinergi pengembangan program pelestarian sejarah, mulai dari kawasan wisata edukasi Peradaban Majapahit hingga penguatan situs-situs jejak perjuangan Bung Tomo di Jawa Timur.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kami ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai kebesaran Peradaban Majapahit yang pernah menyatukan Nusantara kepada generasi penerus,” ujarnya.

Bambang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sejarawan, budayawan, dan masyarakat agar warisan peradaban dan perjuangan bangsa terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi masa depan Indonesia. [tok/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.