Tujuh Mahasiswa Sistem Informasi Unusa Lulus Program INTENSE Taiwan
Surabaya (beritajatim.com) – Tujuh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil menyelesaikan International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE) di St. John’s University, Taiwan, pada Sabtu (6/6/2026).
Capaian mahasiswa Program Studi Sistem Informasi ini menjadi bentuk sinergi pendidikan lintas negara. Program inisiasi Kementerian Pendidikan Taiwan tersebut menghubungkan ruang akademik dengan dunia industri secara langsung.
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, mendapat panggung kehormatan dalam prosesi wisuda. Ia mewakili seluruh perguruan tinggi mitra dari berbagai negara untuk menyampaikan pidato kelulusan di hadapan para wisudawan.
“Tujuh mahasiswa Unusa telah meninggalkan tanah air, menyeberangi lautan, beradaptasi dengan budaya baru, menghadapi tantangan akademik yang berbeda, dan berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan baik,” kata Tri Yogi.
Pengalaman menimba ilmu di luar negeri menuntut mahasiswa keluar dari zona nyaman. Mereka harus mampu menggabungkan karakter kampus asal dengan pesatnya kemajuan teknologi di kampus tujuan.
“Mereka membawa nilai-nilai profesionalisme dan akhlak mulia yang menjadi karakter Unusa serta memadukannya dengan keunggulan inovasi dan teknologi yang dikembangkan di St. John’s University,” tuturnya.
Era kecerdasan buatan dan dunia digital yang melesat cepat menuntut keterampilan ekstra. Lulusan perguruan tinggi didorong memiliki integritas, empati, serta rasa tanggung jawab sosial.
Kompetensi teknis mutakhir harus berjalan seimbang dengan fondasi karakter yang kuat. Harapannya, para lulusan mampu menghadirkan solusi atas beragam permasalahan di tengah masyarakat.
Ketujuh mahasiswa yang lulus itu adalah Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, Muhammad Halili, M. Wava Ferdiansyah Putra, Achmad Bagus Ilham Syah, Muhammad Nizar Affandi, dan Awwalinnisa Fauji.
Latar belakang para lulusan ini sangat beragam. Mereka berasal dari kelompok penerima beasiswa KIP-K, Beasiswa Unggulan, program Baznas, hingga pendaftar dari jalur mandiri.
Fakta itu membuktikan akses pendidikan internasional terbuka untuk seluruh kalangan. Kelulusan kelompok mahasiswa ini memicu semangat institusi untuk terus melebarkan sayap kerja sama ke berbagai negara. [ipl/ted]
Link informasi : Sumber