Ganti Kepala, Bupati Jember Yakin BGN akan Berlari Kencang
Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember, Muhammad Fawait, siap mendukung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana, Senin (8/6/2026).
“Saya yakin di bawah Bu Nanik, BGN pasti berlari kencang. Integritas Bu Nanik jelas dan kita sudah tahu track record-nya setahun terakhir di BGN. Beliau adalah salah satu yang sangat kencang dan betul-betul memegang teguh bagaimana dapur-dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) harus sesuai standar BGN,” kata Fawait.
Pemkab Jember siap bersinergi dengan BGN untuk memastikan program ini sesuai amanat dan cita-cita Presiden dalam memenuhi kebutuhan gizi serta memeratakan pembangunan. “Termasuk memastikan produk pangan dan hasil petani memiliki harga yang stabil. Petani, UMKM, dan buruh tani terangkat,” katanya.
Selain bermanfaat untuk pemenuhan gizi, menurut Fawait, program MBG juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya perdesaan. “Program ini juga memastikan harga produk petani layak dan bisa diserap MBG,” katanya.
Sejumlah komoditas pertanian dan hortikultura di Jember saat ini mengalami kenaikan harga. “Kami siap menyukseskan program MBG,” kata Fawait.
Pemkab Jember juga membantu pemerintah pusat untuk memperluas penerima manfaat sesuai amanat presiden. “Dengan adanya program MBG ini, Presiden betul-betul ingin membangun keadilan. Jika selama ini uang APBN berputar 70 persen di Jakarta, dengan adanya MBG ini ada pemerataan APBN ke daerah,” kata Fawait.
Fawait mengaku sudah menghitung bahwa jika terdapat 400 dapur SPPG di Jember, maka akan terjadi perputaran uang hingga Rp4,6 triliun. “Ini tentu menguntungkan petani dan UMKM,” katanya.
Komoditas pangan dan pertanian di Jember saat ini juga mulai stabil. “Saya melihat ini salah satunya adalah dampak MBG,” kata Fawait.
Masih adanya kekurangan dalam program MBG, menurut Fawait, menjadi tanggung jawab bersama untuk diperbaiki. Pemerintah daerah juga wajib mengawasi pelaksanaan program tersebut.
Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan Pemkab Jember telah menetapkan sistem peringatan dini sebagai bentuk mitigasi risiko. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap 209 SPPG di Jember pada 29 Mei 2026. “Hasilnya akan kami publikasikan setelah selesai disusun,” katanya.
Dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut, Fauzi menegaskan kesiapan Jember untuk menjadi proyek percontohan nasional program MBG. “Ini bentuk keseriusan kami,” katanya. [wir/kun]
Link informasi : Sumber