82 Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysial Segera Dipulangkan, 6 Orang Berasal Dari Gresik

0

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 82 anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bermukim di Malaysia akan dipulangkan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia dalam waktu dekat. Pemulangan tersebut mencakup enam titik tujuan utama, yakni Medan, Jakarta, Lombok (NTB), Makassar (Sulawesi Selatan), Surabaya, dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur.

Dari puluhan anak yang akan dipulangkan, sebanyak 36 anak berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, dan enam anak di antaranya berasal dari Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik, Harry Syawaluddin, mengatakan bahwa dari enam anak yang akan dipulangkan ke tanah air, proses administrasinya segera dituntaskan sebelum mereka kembali ke daerah asal.

“Dari enam orang anak itu, lima rata-rata berumur 9 hingga 10 tahun. Satu orang berusia 16 tahun,” katanya, Kamis (11/6/2026).

Masih menurut Harry, proses administrasi pemulangan anak pekerja migran tersebut terus dimatangkan bersama instansi terkait, baik Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, maupun instansi lainnya. “Sebelum dijemput kembali ke daerahnya masing-masing, kami terus berkolaborasi dengan dinas terkait,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan tim pemulangan kini berupaya menjalin komunikasi lebih intensif dengan kerabat keluarga di Gresik. Salah satu anggota keluarga yang disebut memiliki pengaruh di lingkungan tempat tinggalnya diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman.

“Kami berharap ada dukungan dari keluarga di kampung halaman agar orang tua memahami bahwa anak ini memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan anak-anak PMI yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, masalah dokumen kependudukan, hingga kondisi sosial yang rentan selama berada di luar negeri.

“Selain pemulangan, beberapa anak juga mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa,” imbuhnya.

Masih banyaknya anak PMI yang belum mendapat akses pendidikan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dukungan keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat membuka jalan agar mereka memperoleh hak dasar yang selama ini belum mereka rasakan, terutama hak atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Sebelumnya, pemerintah daerah setempat pada tahap awal telah memulangkan tiga anak PMI asal Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, dan satu anak asal Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Mereka kini telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah. [dny/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.