Sedang Isi Air Radiator di Bahu Tol, Truk Pakan Ayam Ditabrak Tronton Bermuatan Minyak
Madiun (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Solo-Kertosono KM 613+800 B, wilayah Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 02.20 WIB. Setelah sebelumnya kecelakaan melibatkan dua bus, yakni Bus Sugeng Rahayu dan Bus Pariwisata 27 Trans, di KM 603+100 jalur B, kali ini sebuah truk tronton wing box bermuatan minyak menabrak truk colt diesel bermuatan pakan ayam yang sedang berhenti di bahu jalan.
Kecelakaan tersebut melibatkan truk tronton wing box Hino bernomor polisi L-8259-UI yang dikemudikan Eko Purnomo (56), warga Kota Surabaya, dan truk colt diesel Mitsubishi bernomor polisi AB-8184-OE yang dikemudikan Adji Prasetyo (25), warga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, menjelaskan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat truk tronton yang dikemudikan Eko melaju dari arah Solo menuju Kertosono atau dari timur ke barat.
Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk atau mengalami microsleep. Akibatnya, kendaraan bergerak ke sisi kiri jalan dan menghantam bagian belakang truk colt diesel yang sedang berhenti di bahu jalan.
“Truk colt diesel saat itu sedang berhenti karena pengemudinya mengisi air radiator. Diduga pengemudi truk tronton kurang konsentrasi akibat mengantuk sehingga kendaraan keluar dari lajurnya dan menabrak kendaraan yang berada di bahu jalan,” ujar Ipda Andika Cahyono.
Saat kejadian, kondisi lalu lintas di ruas tol tersebut terpantau lancar dengan cuaca cerah. Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Baik Eko Purnomo maupun Adji Prasetyo dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan, pendataan, serta olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Dari hasil pemeriksaan awal, kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta. Kerusakan dialami oleh kedua kendaraan yang terlibat.
Ipda Andika mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang jarak jauh, untuk beristirahat apabila mulai merasakan kantuk saat berkendara. Menurutnya, kondisi microsleep menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan di jalan tol karena pengemudi kehilangan kesadaran dalam beberapa detik saat kendaraan masih melaju.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat di rest area agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Andika menambahkan, dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi truk tronton yang tidak dapat menjaga konsentrasi saat mengemudi. (rbr/kun)
Link informasi : Sumber