Istri di Tanah Air Wafat, Petugas Haji MCH Asal Malang Tetap Bertahan di Arab Saudi Demi Layani Jemaah

0

Makkah (beritajatim.com) — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, mendatangi langsung rumah duka almarhumah Diana Maf’ulla di Kota Malang, Jawa Timur, pada Jumat (12/06/2026).

Kedatangan Wamenhaj ini ditujukan untuk menyampaikan rasa belasungkawa mendalam sekaligus memberikan penghormatan negara atas keteguhan iman salah satu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bernama Muhaimin yang memilih bertahan melayani jemaah di Tanah Suci meski sang istri berpulang.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, bahwa ketegaran batin yang ditunjukkan Muhaimin menjadi draf duka sekaligus potret dedikasi tertinggi di balik layar operasional haji 1447 H / 2026 M.

Kementerian sebenarnya telah melayangkan memo keringanan regulasi agar pria yang akrab disapa Cak Muhaimin itu bisa langsung diterbangkan kembali ke Indonesia, namun hak tersebut secara mandiri ditolaknya demi mengawal jemaah hingga masa tugas berakhir pada 2 Juli 2026.

“Atas nama keluarga besar Kemenhaj serta seluruh petugas haji Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Diana Maf’ulla. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di hadapan keluarga besar almarhumah.

Dalam kunjungan takziah tersebut, Wamenhaj menemui langsung putri kandung almarhumah, Mia, beserta kerabat dekat yang mendampingi di Malang. Dahnil melayangkan apresiasi yang tinggi atas ketabahan psikologis yang ditunjukkan Mia dalam menghadapi kenyataan pahit ditinggal wafat ibunda tercinta di saat sang ayah sedang mengemban misi kemanusiaan negara di Arab Saudi.

Menurut analisis sosiologis jurnalisme konstruktif, keputusan yang diambil Muhaimin di daker Makkah bukanlah pilihan yang mudah dan melibatkan pergolakan batin yang sangat hebat. Sikap kokoh ini merefleksikan nilai-nilai pengabdian aparatur negara yang menempatkan perlindungan dan keselamatan ratusan ribu tamu Allah di atas kepentingan privat.

“Kami sebenarnya memberikan kesempatan kepada beliau untuk kembali ke Tanah Air. Namun beliau memilih menyelesaikan tugas pelayanan di Tanah Suci hingga akhir masa penugasan. Ini adalah keputusan yang lahir dari rasa tanggung jawab yang besar terhadap amanah yang sedang diembannya,” tegas Dahnil dengan bertenaga.

Wamenhaj menegaskan bahwa ekosistem kesuksesan operasional haji saban tahunnya kerap ditopang oleh pengorbanan personel yang masif dan tidak jarang menuntut kehilangan hak-hak personal yang tak ternilai harganya. Oleh sebab itu, kementerian menaruh draf penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh barisan petugas di lapangan, wabilkhusus kepada keluarga Muhaimin.

Kehadiran jajaran tinggi kementerian ke wilayah Malang ini menegaskan fungsi negara yang hadir secara emosional untuk menguatkan mentalitas keluarga inti petugas yang ditinggalkan.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk hormat kepada keluarga yang telah mendukung pengabdian beliau. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan kepada Cak Muhaimin, Mia, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan,” urai Dahnil.

Menutup prosesi takziah, Wamenhaj mengajak seluruh lapisan masyarakat dan jemaah haji di tanah air untuk meluangkan waktu memanjatkan doa bersama agar almarhumah Diana Maf’ulla mendapatkan predikat husnul khatimah serta draf keikhlasan mutlak dipasrahkan kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah Ibu Diana Maf’ulla mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya. [ian/MCH/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.