Erick Komala Apresiasi DPRD Surabaya Cari Solusi Sengketa Gereja Bethany dan Warga Menur Pumpungan

0

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Erick Komala, mengapresiasi langkah Komisi A DPRD Surabaya yang berhasil mempertemukan pihak Gereja Bethany Indonesia, warga RW 5 Menur Pumpungan, dan Pemerintah Kota Surabaya dalam satu forum untuk mencari penyelesaian persoalan lahan secara musyawarah.

Menurutnya, seluruh pihak kini memiliki semangat yang sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas tanpa menimbulkan persoalan hukum baru di kemudian hari.

“Kami melihat semangat seluruh pihak sudah sama, yakni ingin menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan menghadirkan happy ending bagi semua pihak. Itu yang paling penting dari pertemuan hari ini,” kata Erick Komala saat mendampingi Pendeta Aswin Tanuseputro selaku perwakilan pengurus Gereja Bethany Indonesia.

Hasil hearing menyepakati bahwa aktivitas keagamaan Gereja Bethany tetap dapat berjalan selama proses pengajuan Izin Pemakaian Tanah (IPT) berlangsung. Di sisi lain, lahan yang sebelumnya berstatus fasilitas umum akan dikembalikan sesuai peruntukannya dan pemanfaatannya dibahas bersama antara warga, pemerintah kota, serta pihak gereja.

“Tentu masih ada beberapa tahapan teknis yang harus ditempuh agar proses ke depan berjalan lancar. Kami ingin persoalan ini selesai secara tuntas, clean and clear, sehingga tidak menyisakan persoalan baru di kemudian hari,” ujar Wakil Ketua DPW PSI Jatim ini.

Erick menilai pendekatan yang dilakukan Komisi A DPRD Surabaya patut diapresiasi karena tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum, tetapi juga menjaga nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurut dia, keseimbangan antara kepastian hukum dan harmoni sosial menjadi kunci penyelesaian persoalan yang menyangkut masyarakat luas.

“Saya mengapresiasi Komisi A DPRD Surabaya karena dalam memitigasi persoalan seperti ini tidak hanya melihat aspek hukum, tetapi juga memperhatikan nilai toleransi dan keberagaman. Itu penting agar Surabaya tetap menjadi kota yang nyaman dan menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama,” tegasnya.

Dia berharap komunikasi yang telah terbangun antara warga, Gereja Bethany, dan Pemerintah Kota Surabaya terus berjalan hingga seluruh proses selesai. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga persoalan ini bisa segera diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat bersama. Kalau semua pihak mengedepankan dialog dan kepentingan bersama, saya optimistis solusi terbaik dapat terwujud,” pungkas Erick. [asg/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.