Pendapatan Tak Menentu, Ratusan Ojol Gresik Sumringah Dapat Sembako dan BBM Gratis
Gresik (beritajatim.com)- Wajah-wajah lelah para pengemudi ojek online (ojol) di Kecamatan Kebomas, Gresik, berubah menjadi senyum lega. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan pendapatan yang tidak selalu menentu, bantuan sembako serta BBM gratis menjadi angin segar bagi mereka yang setiap hari menggantungkan penghasilan di jalan.
Ratusan pengemudi ojol bersama warga telah memadati lokasi SPBU di Jalan Wahidin Sudirohusodo. Mereka mengantre dengan tertib untuk menerima paket sembako dan bantuan bahan bakar minyak (BBM) yang dibagikan Polsek Kebomas bersama Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK) Group.
Bagi Suyanto (43), seorang pengemudi ojol asal Benjeng, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar paket sembako.
“Pendapatan ojol sekarang naik turun. Kadang sehari ramai, kadang sepi. Bantuan seperti ini sangat membantu, apalagi ada BBM gratis. Uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan keluarga di rumah. Terima kasih kepada semua yang peduli,” tuturnya, Selasa (4/8/2026).
Hal senada disampaikan Rudi (36), pengemudi ojol lainnya. Ia mengaku semakin termotivasi bekerja setelah merasakan perhatian dari berbagai pihak.
“Kami merasa diperhatikan. Bantuan ini memang tidak menyelesaikan semua masalah, tapi cukup meringankan pengeluaran harian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.
Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno menuturkan, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami berharap bantuan sembako dan BBM gratis ini dapat memberikan manfaat nyata serta sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga maupun rekan-rekan pengemudi ojol di Gresik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua YALPK Edy Rusdianto mengatakan, komitmennya untuk tidak hanya bergerak di bidang advokasi hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga aktif menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di balik antrean yang mengular, senyum para pengemudi ojol dan warga menjadi pemandangan paling berharga. Bantuan yang diterima mungkin sederhana, namun bagi mereka yang setiap hari berjuang mencari nafkah. [dny/aje]
Link informasi : Sumber