APBD Jember 2025 Turun, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Jember (beritajatim,com) – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun 2025 mengalami penurunan. Namun pertumbuhan ekonomi justru meningkat, termasuk pendapatan asli daerah (PAD) meningkat.
Pendapatan transfer pada tahun anggaran 2025 mengalami penurunan karena efisiensi sebesar 2,39 persen dari Rp 3,354 triliun menjadi Rp 3,274 triliun. Namun kondisi ekonomi Kabupaten Jember tumbuh 5,47 persen, yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang mencapai Rp 66.334,88 miliar.
“Nilai pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir dan telah melampaui angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (5,33 persen) maupun nasional (5,11 persen),” kata Bupati Muhammad Fawait dalam sidang paripurna penyampaian enam rancangan peraturan daerah di gedung DPRD Jember, Sabtu (21/6/2026) malam.
Sementara itu capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember meningkat sebesar 36,78 persen jika dibanding realisasi tahun anggaran 2024, dari Rp 774 miliar menjadi Rp 1,058 triliun. “Capaian tersebut merupakan tertinggi di wilayah seluruh Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang serta Persentase kenaikan PAD tertinggi se-Jawa Timur,” kata Fawait.
Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi tahunan Jember atau year-on-year dalah 2,77 persen. Ini masih terjaga didalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5+1 persen dan dibawah tingkat inflasi nasional sebesar 2,92 persen serta Jawa Timur sebesar 2,93 persen.
Kinerja investasi yang dilansir Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal pada 19 Januari 2026 juga membaik. Nilai investasi menunjukkan peningkatan sebesar 70,2 persen dari Rp 1,51 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,57 triliun pada 2025.
“Capaian tersebut merupakan kontribusi 457 unit usaha penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing dan 9.888 orang tenaga kerja yang didominasi oleh sektor tersier sebesar 68,9 persen,” kata Fawait.
Selanjutnya disusul sektor sekunder sebesar 28,3 persen dan sektor primer sebesar 2,9 persen. “Capaian ini telah melampaui target investasi sebesar 139 persen dari proyeksi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025-2029 sebesar Rp 1,85 triliun,” kata Fawait.
Kendati APBD Jember 2025 berkurang, program prioritas tak terganggu. Angka kemiskinan pada 2025 berhasil ditekan pada angka 8,67 persen atau 216.760 jiwa. Capaian angka kemiskinan di tahun ini merupakan angka terendah selama sepuluh tahun terakhir, dan masih berada dibawah angka rata-rata kemiskinan provinsi Jawa Timur 9,50 persen.
Selain itu, penurunan pendapatan transfer daerah juga tak menghalangi kewajiban pemerintah daerah untuk menggaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Jumlah Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) juga tidak mengalami penurunan dan sinergi program UHC (Universal Health Coverage) Prioritas tetap berjalan.
Bahkan, di itengah penurunan pendapatan transfer daerah, Kabupaten Jember berhasil mendapatkan bantuan pemerintah pusat terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember dari berbagai bidang. “Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mendapatkan kepercayaan atas pelaksanaan program pemerintah pusat,” kata Fawait.
Dalam bidang infrastruktur, Kabupaten Jember mendapat anggaran senilai Rp 79,5 miliar untuk program sumber daya air, jalan dan prasarana dan sarana umum (PSU). Di bidang pendidikan, Kabupaten Jember mendapatkan bantuan program revitalisasi sekolah untuk 124 lembaga sekolah dengan nilai Rp 89.9 miliar.
Kabupaten Jember juga mendapatkan bantuan di bidang pertanian sebesar Rp 82,4 miliar, berupa bantuan peralatan dan mesin, bantuan pupuk, bantuan benih dan bibit, infrastruktur dan sarana produksi pertanian serta peningkatan sumber daya manusia penyuluh dan petani melalui pelatihan pertanian.
Hingga tahun anggaran 2025 berakhir, anggaran belanja daerah telah direalisasikan sebesar Rp 4,246 triliun atau 85,51 persen dari Rp 4,965 triliun.
Belanja operasi yang dianggarkan sebesar Rp 3,943 triliun dapat direalisasikan Rp 3,399 triliun atau 86,19 persen. “Dalam belanja operasi, terdapat realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp 20,9 miliar yang digunakan untuk mengatasi kerawanan sosial dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Sementara itu belanja Modal yang dianggarkan sebesar Rp 460,462 miliar, dapat direalisasikan sebesar Rp 317,406 miliar atau 68,93 persen. Belanja tak terduga yang dianggarkan Rp 20 miliar dan direalisasikan sebesar Rp 1,637 miliar atau 8,19 persen. Anggaran transfer sebesar Rp 541,556 miliar dan direalisasikan sebesar Rp 528,115 miliar atau 97,52 persen.
“Pembiayaan daerah pada APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025 pada pos penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp 561,165 miliar, dapat direalisasikan sebesar 561,196 miliar atau 100,01 persen,” kata Fawait.
Kelebihan penerimaan tersebut dikarenakan adanya penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah atau dana bergulir sebesar Rp 30,3 juta. Dengan demikian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 tercatat sebesar Rp 648,225 miliar. [wir/but]
Link informasi : Sumber