Banjir Kembali Kepung Surabaya, BPBD Catat 16 Titik Tergenang Akibat Hujan dan Pasang Laut

0

Ringkasan Berita:

  • Surabaya kembali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur kota sejak dini hari.
  • BPBD mencatat 16 titik genangan dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter.
  • Banjir dipicu hujan lebat yang diperparah fenomena pasang laut atau backwater.
  • Selain banjir, empat pohon tumbang dan satu rumah warga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya kembali dilanda banjir pada Selasa (23/6/2026) setelah hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah kota sejak dini hari. Genangan air merendam sejumlah kawasan permukiman hingga jalan protokol, menjadikannya kejadian banjir kedua dalam sepekan terakhir setelah peristiwa serupa terjadi pada Senin (22/6/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat sedikitnya 16 titik terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter.

Banjir kali ini dipicu fenomena hidrometeorologi berupa hujan dengan intensitas tinggi yang diperparah oleh efek backwater atau pasang air laut. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai menuju muara mengalami hambatan sehingga air meluap ke sejumlah kawasan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Penanganan bencana hidrometeorologi banjir hari ini dilakukan di sebanyak 16 titik, petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan, meliputi unsur DPKP, DSDABM, DLH, Satpol PP hingga Dishub,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Sejumlah titik yang terdampak banjir tersebar di berbagai wilayah Surabaya. Di antaranya Jalan Wisma Tengger, Jalan Nginden Intan Timur (AWS), Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Karangan Wonokromo, Jalan Simo Kalangan, Jalan Manyar Rejo, Jalan Imam Bonjol, Ngagel Kebonsari, RSIA Kendangsari, hingga Jalan Tanjung Sari.

Genangan juga terjadi di sekitar RS Eka Candrarini, Jalan Raya Pandugo, Jalan Graha Famili Selatan, Jalan Barata Jaya, Jalan Puri Gunung Anyar, dan kawasan Bratang Binangun.

Menurut Linda, kenaikan debit air mulai terpantau sejak sekitar pukul 02.00 WIB dan terus berlangsung hingga pagi hari.

“Dari beragam kejadian banjir tersebut, kenaikan air rata-rata terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari hingga pagi hari,” jelasnya.

BPBD mencatat sebagian besar titik genangan telah berangsur surut. Namun hingga Selasa siang, masih terdapat empat lokasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut melalui penyedotan air menggunakan armada mobil pemadam kebakaran.

“Empat lokasi yang masih tergenang tersebut adalah Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo,” paparnya.

Selain banjir, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di empat lokasi berbeda. Pohon yang tumbang antara lain pohon nangka di Jalan T.A.I.S. Nasution, pohon sengon di Jalan Pagesangan Agung Baru, pohon trembesi di Jalan Wiguna II, serta pohon Tabebuya di Jalan Diponegoro.

Tidak hanya itu, satu rumah warga di Jalan Kalijudan Nomor 80 mengalami kerusakan setelah bagian atap ruang tamu dan kamar ambrol akibat cuaca buruk.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian banjir, pohon tumbang, maupun kerusakan bangunan yang terjadi selama dua hari terakhir.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangkaian bencana hidrometeorologi di Surabaya selama dua hari terakhir ini,” ungkap Linda.

BPBD Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut hingga akhir Juni 2026.

Warga yang membutuhkan bantuan darurat diminta segera menghubungi layanan Call Center 112 atau nomor kedaruratan 081131112112 agar dapat memperoleh penanganan cepat dari petugas.

“Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. [rma/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.