13 Tahun Unusa, Risma Dorong Kampus Wujudkan Aksi SDGs Lewat Kolaborasi Nyata

0

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dituntut mewujudkan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi tindakan riil. Perguruan tinggi harus menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan hal ini dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-13 Unusa. Ia menilai institusi akademik punya kapasitas besar untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan hingga perubahan iklim.

“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Risma, Kamis (2/7/2026).

Mantan Wali Kota Surabaya itu mencontohkan pengalamannya di birokrasi pemerintahan. Masalah sosial tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Kampus perlu mengintegrasikan kurikulum serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

“Sungguh tidak mudah mencapai peringkat tersebut. Saya percaya Unusa dengan jaringan rumah sakit Yarsis serta kerja sama pondok pesantren menjadi bahan pertimbangan penilaian,” ucapnya.

Unusa sendiri baru menembus peringkat ke-86 dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026 indikator kesehatan. Risma berharap prestasi ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui perluasan jejaring kolaborasi lintas disiplin.

Sementara itu, Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menjadikan momentum perayaan ini sebagai langkah transformasi perguruan tinggi. Pihaknya kini fokus mempertahankan dampak nyata bagi masyarakat berbekal kolaborasi lintas sektor.

[irp posts=”1524077″ ]

​”Capaian posisi 86 dunia ini menempatkan kita ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Kami berkomitmen melanjutkan hal positif ini bagi umat,” kata Tri Yogi.

​Untuk mewujudkan target keberlanjutan itu, pihaknya berencana mengadopsi model pembangunan dari California. Skema kerja sama ini menyatukan kekuatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta pelaku industri.

​”Kami menawarkan pada pemerintah kota dan provinsi untuk memanfaatkan perguruan tinggi. Jika bersinergi dengan baik, kolaborasi ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat kita,” ujarnya.

​Transformasi internal kampus juga digenjot melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di samping itu, saat ini seluruh pegawai kampus telah menerima upah di atas kelayakan standar wilayah.

​”Mahasiswa kami juga mengikuti program magang di Taiwan dengan gaji tinggi. Mereka mendapat kepastian kerja sekaligus pengakuan di level internasional,” tandasnya. [ipl/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.