BRIN Apresiasi Langkah Pemerintah Terapkan Biodiesel B50

0

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria merespons positif penerapan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai Rabu (1/7/2026) lalu.

Kebijakan ini mewajibkan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel dalam solar sebesar 50 persen.

Arif memandang kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu sebagai upaya penguatan transisi energi. Menurutnya, ini menjadi fondasi untuk mengadopsi sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Saya kira ini sebuah ikhtiar kita membangun kekuatan transisi energi yang baik,” ujar Arif di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

“Kemudian tidak hanya B50, kita harus sudah mulai masuk ke depan menjadi E20, berbasis pada etanol. Karena yang kita cari adalah bagaimana menciptakan green energy,” imbuhnya.

Arif menjelaskan, penerapan B50 menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim yang menuntut produksi energi lebih bersih.

Inovasi teknologi pada sektor energi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menerapkan praktik produksi yang berkelanjutan.

“Karena perubahan iklim ini harus direspons dengan kemampuan kita untuk menghasilkan produk-produk yang bersih. Ya ini kan bagian dari clean production, energi bersih,” kata dia.

Pihaknya menekankan bahwa kebijakan tersebut memiliki kaitan erat dengan penguatan ketahanan energi nasional.

Menurut Arif, pengembangan BBN dalam negeri menjadi instrumen untuk mengurangi beban ketergantungan negara terhadap pasokan minyak mentah dari pasar luar negeri.

“Jadi, energi ini menurut saya menjadi salah satu hal penting untuk sekaligus membangun kemandirian energi nasional,” lanjut Arif.

Arif menegaskan, penguatan mandatori biodiesel merupakan langkah awal menuju kedaulatan energi. Dengan memaksimalkan sumber daya nabati dalam negeri, Indonesia dapat mempercepat kemandirian sektor energi dan mengurangi kerentanan terhadap gejolak pasokan internasional.

“Jadi B50 itu merupakan salah satu pintu agar kita ke depan tidak tergantung lagi pada impor,” pungkasnya. [ipl/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.