Elf Rombongan Peziarah Asal Jember Terjun ke Sungai Bondoyudo Lumajang, Sopir Luka-luka

0

Ringkasan Berita:

  • Elf rombongan peziarah asal Jember mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke Sungai Bondoyudo, Lumajang, Minggu (2/8/2026).
  • Sebanyak 19 penumpang rombongan ziarah wali lima berada dalam kendaraan tersebut, sementara sopir mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis.
  • Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk dan kondisi jalan berkabut yang membuat konsentrasi pengemudi menurun.

Lumajang (beritajatim.com) – Sebuah kendaraan jenis elf yang membawa rombongan peziarah asal Kabupaten Jember mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke kawasan Sungai Bondoyudo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Peristiwa tersebut terjadi di jalan raya Desa Kalipepe, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Elf bernomor polisi KT 7668 K itu diketahui mengangkut 19 orang rombongan ziarah wali lima yang sedang dalam perjalanan pulang dari Kabupaten Bangkalan menuju Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Kecelakaan tersebut diduga terjadi karena sopir elf bernama Saiful Bahri, warga Kecamatan Yosowilangun, kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Kondisi jalan yang berkabut disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kendaraan tidak terkendali.

“Iya jalanannya berkabut, ini tadi perjalanan pulang bawa rombongan ziarah,” ucap Saiful di lokasi kejadian, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Hartono, kendaraan elf tersebut melaju dari arah Lumajang sebelum tiba-tiba berbelok ke kanan hingga menabrak pohon dan kemudian jatuh ke sungai.

“Mobilnya ini dari arah Lumajang dan langsung belok ke kanan dan akhirnya tabrak pohon baru jatuh ke sungai,” bebernya.

Anggota Unit Laka Satlantas Polres Lumajang Brigpol Fendyk mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sopir elf mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Tidak ada korban untuk laka tunggal elf, korban jiwa tidak ada, sopir hanya luka-luka dan sudah dibawa ke puskesmas,” terangnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menemukan dugaan bahwa kecelakaan terjadi karena sopir dalam kondisi mengantuk. Selain itu, cuaca berkabut di lokasi kejadian turut memengaruhi jarak pandang dan konsentrasi pengemudi.

“Sopir mengantuk ditambah jalanan yang berkabut membuat sopir kurang konsentrasi dan akhirnya terjadi laka tunggal,” ungkap Fendyk.

Kecelakaan tersebut menjadi perhatian petugas kepolisian karena melibatkan kendaraan yang membawa rombongan perjalanan religi. Polisi mengimbau para pengendara agar memastikan kondisi fisik tetap prima dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur dengan kondisi cuaca buruk atau jarak pandang terbatas. [has/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.