Ceramah UAS di IBS PKMKK Pamekasan; Pesantren Benteng Utama Peradaban Islam

0

Pamekasan (beritajatim.com) – Ustadz Abdul Somad atau yang familiar disapa UAS menegaskan pondok pesantren sebagai benteng utama peradaban Islam sekaligus tiang moral bangsa yang telah menjaga eksistensi umat dan negara sejak sebelum Indonesia merdeka. Karena itu, pemerintah diminta memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pesantren, termasuk melalui dukungan anggaran yang memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan UAS saat memberikan tausiyah pada Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning dan Haul ke-8 KH Muhammad Mahfud Abdul Adzim di Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Sabtu (1/8/2026) malam.

Dalam ceramahnya, UAS menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng moral masyarakat dan pusat pembentukan karakter yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, pesantren telah melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Oleh karena itu, negara dinilai perlu memberikan keberpihakan nyata terhadap keberlangsungan dan pengembangan lembaga pendidikan Islam tersebut. “Pesantren adalah tiang moral dan pendidikan. Karena itu sudah seharusnya anggaran pemerintah juga memberikan perhatian bagi pesantren,” kata UAS.

Ia mengungkapkan, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran ulama dan pondok pesantren. Para kiai bersama santri menjadi bagian penting dalam menggerakkan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.

“Perhatian pemerintah terhadap pesantren bukan sekadar bantuan kepada lembaga pendidikan, tetapi merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar para ulama dan pesantren dalam membangun fondasi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, UAS juga mengulas bagaimana pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga peradaban Islam di berbagai negara. Ia mengajak jamaah melihat kembali perjalanan sejarah Islam di Mesir, Turki, hingga Indonesia yang tetap mampu mempertahankan identitas keislamannya meski menghadapi berbagai tekanan politik dan perubahan zaman.

Sebagai contoh, keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Al Azhar di Mesir yang dinilai menjadi pilar utama tegaknya peradaban Islam hingga saat ini. “Kita flash back dulu bagaimana Mesir, Turki dan Indonesia, peradaban Islam tidak mati dan kuat sampai hari ini, semata-mata karena keberadaan pesantren,” imbuhnya.

“Oleh karena itu, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi maupun teknologi semata, tetapi juga oleh keberadaan lembaga pendidikan yang mampu menjaga nilai-nilai agama dan moral masyarakat,” sambung UAS.

Dalam kesempatan tersebut, UAS juga menyampaikan apresiasinya terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di IBS PKMKK. Ia menilai pesantren modern tersebut telah berhasil memadukan pendidikan agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, kemampuan santri IBS PKMKK menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global. “Santri berbahasa Arab sudah biasa, tapi santri bisa bilingual itu luar biasa. Santrinya bisa menulis, bisa hafal Al-Qur’an, bisa kuasai teknologi, semuanya luar biasa,” pungkasnya. [pin/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.