Karhutla Hanguskan 4 Hektare Hutan Jati di Jalur Arak-Arak Situbondo

0

Situbondo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar empat hektare kawasan hutan jati di jalur Arak-Arak Bondowoso, tepatnya di Kampung Tanggulangin, Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Minggu (2/8/2026) sore. Berkat respons cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke kawasan hutan lainnya.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Informasi awal diterima dari warga yang melihat kobaran api membakar daun-daun jati kering di lantai hutan.

“Setelah menerima laporan, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api dipadamkan secara manual menggunakan kepyok, penyemprotan air, serta membuat ilaran api agar kebakaran tidak meluas,” ujar Puriyono, Minggu malam.

Ia menjelaskan, operasi pemadaman melibatkan anggota BPBD Situbondo, BPBD Bondowoso, Damkar Wilayah Besuki, petugas Perhutani RPH Mlandingan, Polsek Suboh, Koramil Suboh, serta Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.

Foto BeritaJatim.com
Hutan jati seluas 4 hektare di arak-arak Situbondo terbakar, Minggu (2/8/2026) sore. (BPBD Situbondo)

Menurut Puriyono, lokasi kebakaran berada di kawasan RPH Mlandingan, BKPH Panarukan, KPH Bondowoso. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian bersama Perhutani.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena lokasi kejadian berada jauh dari permukiman warga.

“Alhamdulillah kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Saat ini kondisi di lokasi sudah aman dan kami tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengantisipasi munculnya titik api baru,” katanya.

Puriyono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan selama musim kemarau. Menurutnya, daun jati kering sangat mudah terbakar sehingga berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas apabila tidak diantisipasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah atau lahan di sekitar hutan. Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (awi/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.