Harga Cabai Rawit Hijau di Pacitan Anjlok 50 Persen Saat Panen, Petani Minta Pemerintah Stabilkan Harga

0

Ringkasan Berita:

  • Harga cabai rawit hijau di Pacitan turun hingga 50 persen saat memasuki awal musim panen.
  • Harga di tingkat petani merosot dari Rp36 ribu menjadi sekitar Rp18 ribu per kilogram.
  • Petani meminta pemerintah mengambil langkah untuk menstabilkan harga karena biaya produksi cukup tinggi.
  • Melimpahnya hasil panen membuat pasokan meningkat, sementara daya serap pasar belum mampu mengimbanginya.

Pacitan (beritajatim.com) – Memasuki awal musim panen cabai rawit hijau, petani di Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan justru menghadapi penurunan harga jual yang cukup tajam. Harga cabai rawit hijau di tingkat petani yang sebelumnya mencapai Rp36 ribu per kilogram kini merosot hingga sekitar Rp18 ribu per kilogram atau turun sekitar 50 persen.

Anjloknya harga tersebut disebut menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim panen. Melimpahnya hasil panen petani menyebabkan pasokan cabai di pasar meningkat drastis, sementara daya serap pasar relatif terbatas sehingga harga langsung mengalami penurunan.

Salah seorang petani cabai rawit hijau di Desa Banjarjo, Sutato, berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga. Menurutnya, biaya produksi cabai mulai dari penanaman hingga perawatan tergolong tinggi sehingga harga jual yang terlalu rendah membuat keuntungan petani semakin menipis.

“Saat musim panen seperti sekarang harga cabai langsung turun sampai sekitar Rp 18 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 36 ribu. Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga karena biaya tanam dan perawatan cabai cukup besar,” ujar Sutato, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim panen cabai rawit hijau di Kabupaten Pacitan. Sebaliknya, ketika produksi petani lokal menurun, kebutuhan cabai masyarakat biasanya dipenuhi dari daerah lain seperti Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Ponorogo.

Menurut para petani, melimpahnya stok saat panen menjadi penyebab utama anjloknya harga. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner untuk membeli cabai dalam jumlah besar sebagai stok. Cabai kemudian direbus dan dijemur hingga kering agar dapat disimpan lebih lama dan digunakan kembali ketika harga cabai di pasaran mengalami kenaikan.

“Kalau mau tanam memang harus memperkirakan kapan panen, dan harganya bagus,” jelasnya.

Komoditas cabai di Kabupaten Pacitan juga dibudidayakan menyesuaikan karakteristik wilayah. Cabai rawit hijau banyak ditanam di Kecamatan Kebonagung, cabai rawit merah dibudidayakan di wilayah Kecamatan Pacitan yang memiliki suhu lebih panas, sedangkan cabai merah besar dan cabai hijau besar banyak dikembangkan di kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar. [tri/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.