12 Siswa Berprestasi LKS 2026 Dapat Bebas Biaya Pendidikan dari Khofifah
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 12 siswa berprestasi peraih medali Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Nasional 2026 mendapat jaminan pembebasan biaya pendidikan dari Gubernur Jawa Khofifah Indar Parawansa.
Selain pembebasan tagihan sekolah, mereka juga menerima bonus uang pembinaan dari Pemerintah Provinsi Jatim. Nominal penghargaan ini dipertahankan meski standar dari kementerian mengalami penurunan.
“Bonus tetap Rp10 juta untuk peraih medali emas, Rp7,5 juta untuk perak, Rp5 juta untuk perunggu, dan Rp2,5 juta bagi peraih Medallion for Excellence,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai, Rabu (5/8/2026).
Aries menyebut perjalanan peserta mencapai tingkat nasional membutuhkan proses panjang. Mereka bersaing ketat di tingkat provinsi hingga melewati tahap pemusatan latihan.
Bantuan pembebasan biaya pendidikan ini bermula dari temuan lapangan. Dindik Jatim mendapati seorang peraih medali emas bidang kecerdasan buatan mengalami kesulitan finansial hingga menunggak tagihan sekolah.
“Tunggakan SPP siswa tersebut langsung kami selesaikan dan biaya pendidikannya ditanggung hingga lulus. Kami juga melihat langsung kondisi tempat kosnya,” terang Aries.
Dindik Jatim mengawasi secara ketat penyaluran penghargaan ini. Seluruh uang bonus dipastikan masuk utuh ke kantong peserta tanpa ada potongan sepeser pun dari pihak sekolah.
Penyelesaian tunggakan di sekolah swasta akan ditanggung melalui bantuan khusus pemerintah. Hak uang tunai dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan harian para siswa.
“Bonus itu hak pribadi peserta, utuh diterima oleh mereka. Sekolah tidak boleh mengambil bagian dari bonus tersebut,” tegas Aries.
Pendataan pelajar berprestasi dari kelompok prasejahtera masih terus berjalan. Dinas menjamin siswa yang memenuhi kriteria akan terbebas dari bayang-bayang putus sekolah.
Lembaga pendidikan juga diwajibkan merancang masa depan para lulusan. Sekolah harus menyambungkan para juara dengan sektor industri atau mengarahkan mereka ke program beasiswa perguruan tinggi.
“Bagi yang ingin kuliah, ada peluang beasiswa dari kementerian maupun mitra. Sedangkan yang ingin bekerja, sekolah segera menghubungkan mereka dengan dunia usaha,” urai Aries.
Belasan pelajar penerima keringanan ini berasal dari berbagai daerah di Jatim. Latar belakang mereka beragam, mulai dari keluarga berpenghasilan rendah hingga anak yatim piatu.
Daftar penerima meliputi Moh Hamzah Rizqi dari SMK Kartanegara Wates dan Varillo Agasyavano dari SMKN 1 Jabon. Afriendi Eka dan Ahmad Ilham dari SMK NU Sunan Ampel juga masuk kualifikasi.
Nama lain adalah Frandy Maulana asal SMK Dwija Bhakti 2, Reyhan Maulidan dari SMKN 2 Turen, Muhammad Arjund dari SMK Taruna Jaya Prawira, dan Revano Satya wakil SMK Telkom Sidoarjo.
Bantuan serupa turut diberikan kepada Olivia Widyasari dan Nadine Pramita dari SMKN 6 Surabaya. Daftar ini ditutup oleh nama M Taufik Savalas asal SMKN 1 Beji Pasuruan. [ipl/aje]
Link informasi : Sumber